Papua

Penutupan WPFD 2026, Gubernur Papua: Pers Berkualitas Kunci Wujudkan Papua Baru Yang Maju dan Harmonis

0
×

Penutupan WPFD 2026, Gubernur Papua: Pers Berkualitas Kunci Wujudkan Papua Baru Yang Maju dan Harmonis

Sebarkan artikel ini
Tampak Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto saat menyampaikan sambutan di penutupan WPFD 2026.

Berita Papua, Jayapura — Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan, penyampai informasi kredibel, serta pengawal transparansi di Bumi Cenderawasih.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam penutupan peringatan World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 di lantai 9 kantor Gubernur Papua, Jayapura, Selasa (5/5/2026).

Peringatan WPFD 2026 berlangsung selama 2 hari, mulai Senin hingga Selasa (4-5 Mei 2026) di Lantai 2 Kantor Gubernur Provinsi Papua, Kota Jayapura.

WPFD ini dihadiri oleh Dewan Pers, Komite Publisher Rights, pimpinan media se-Papua, jajaran Pemerintah Provinsi Papua, TNI, Polri, perwakilan gereja, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta mahasiswa dan pelajar.

Sambutan Gubernur dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyatakan bahwa tema yang diusung “Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil”, sangat relevan dengan arah pembangunan Papua saat ini.

“Momentum WPFD 2026 ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yaitu transformasi Papua Baru yang maju dan harmonis. Visi ini menjadi alat perubahan nyata yang kita dorong bersama, mulai dari tata kelola pemerintahan yang transparan, pembangunan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kehidupan sosial yang damai dan berkelanjutan,” ujar Fakhiri.

Ia menambahkan bahwa dalam konteks tersebut, pers memiliki posisi strategis sebagai mitra pembangunan.

“Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif, media diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ‘Papua Cerah’,” tegasnya.

Fakhiri menegaskan bahwa kebebasan pers harus dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Papua. Menurutnya, hal ini merupakan wujud komitmen terhadap demokrasi, keterbukaan, dan keadilan informasi bagi seluruh masyarakat.

“Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk terus memperkuat profesionalisme dan integritas jurnalistik, menjamin perlindungan terhadap jurnalis, serta membangun kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, media, dan masyarakat,” ajaknya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta WPFD 2026 mengikuti berbagai forum strategis, mulai dari diskusi publik, dialog, hingga kolaborasi lintas sektor yang memperkuat komitmen terhadap pers yang berkualitas, independen, dan bertanggung jawab.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, Fakhiri menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan kegiatan WPFD 2026 di Jayapura.

“Semoga seluruh gagasan, diskusi, dan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi energi kolektif dalam memperkuat ekosistem pers yang sehat serta mendukung percepatan perkembangan Papua ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)