Berita Papua, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua membagi wilayah pembangunan menjadi 3 Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) sebagai strategi percepatan pembangunan daerah, Kamis (30/4/2026). Pembagian ini bertujuan memaksimalkan potensi wilayah sesuai karakteristik masing-masing daerah.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menjelaskan bahwa pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan antarwilayah yang selama ini masih menjadi tantangan pembangunan di Papua.
“Pengembangan wilayah Papua dibagi dalam tiga Satuan Wilayah Pembangunan,” kata Fakhiri di Kota Jayapura.
“Tantangan pembangunan Papua dipengaruhi kondisi geografis dan disparitas wilayah yang masih tinggi,” ujarnya.
SWP Pertama meliputi Jayapura, Keerom, dan Sarmi. Wilayah ini difokuskan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
SWP Kedua mencakup Waropen dan Mamberamo Raya. Wilayah ini diarahkan sebagai wilayah berbasis sumber daya alam.
SWP Ketiga meliputi Biak Numfor, Supiori, dan Kepulauan Yapen. Ketiga daerah ini difokuskan pada sektor kelautan dan pariwisata.
Selain pembagian wilayah, pemerintah juga menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah guna mendukung distribusi barang dan jasa serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Dengan strategi ini, Papua diharapkan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,27 persen pada 2027 serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini bermuara pada visi besar Papua CERAH, yakni Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
(Renaldo Tulak)











