Berita Papua, Jayapura — Malaikat Alpius Tabuni, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan di 5 wilayah adat Tanah Papua menyampaikan apresiasi sekaligus 2 usulan strategis kepada Pemerintah Provinsi Papua.
Penegasan tersebut disampaikan Malaikat Tabuni di kediamannya di Kota Jayapura, Rabu (8/6/2026).
Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada kepada Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri dan Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen atas pembangunan yang telah dilakukan di berbagai sektor.
Namun, Malaikat menyoroti 2 hal utama yang menjadi pesan para kepala suku dan Ondoafi.
“Kami kepala suku dan rakyat setuju untuk membangun kereta cepat untuk Papua. Karena harus ada sejarah, harus ada bukti. Selamanya kami orang Papua cuma nonton di televisi kereta ke Bandung, ke mana-mana. Tapi kami mau kereta itu yang kami pakai,” ujar Alpius.
Ia menekankan bahwa kereta cepat bukan sekadar simbol, tetapi alat mobilitas ekonomi.
“Naik pesawat, naik kereta itu kami pakai bawa barang-barang jualan ke masyarakat ke sana kemana-mana,” katanya.
Alpius meminta agar pembangunan kereta cepat menjadi bagian dari program utama gubernur Papua
“Kami mohon cepat membangun, supaya ada bukti karya yang Bapak akan tinggalkan setelah 10 tahun memimpin, satu kali putaran 10 tahun,” tegasnya.
Alpius menyoroti mobilisasi solar yang dinilai boros dan tidak efisien.
“Setiap hari mobil solar drop ke PLTU di Holtekamp. Setiap jam, setiap detik. Bagaimana kalau Bapak bangun Danau Sentani ini menjadi pembangkit tenaga listrik andalan di tanah Papua. Atau bangun pembangkit dari sungai Membrabong di Malili, di titik Airu,” usulnya.
Dengan adanya pembangkit listrik tenaga air (PLTA), kata Alpius, pasokan solar bisa dialihkan untuk kendaraan produktif yang membangun Papua, bukan untuk PLTU.
“Supaya tidak usah solar kirim banyak banget di Papua. Solar itu dikirim untuk mobil-mobil yang produktif membangun Papua, bukan untuk PLTU,” katanya.
Ia juga mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di desa-desa, misalnya di Joromena, yang memanfaatkan aliran sungai.
“Bikin tenaga pembangkit air untuk rakyat. Menyala siang malam, tidak pakai BBM. Di mana-mana yang produksi dari alam yang tersedia, Bapak harus membangunkan kami itu,” pintanya.
Alpius juga berharap agar gubernur sebagai orang nomor 1 di provinsi Papua dapat mewujudkan 2 pesan utama tersebut.
“Supaya kami rakyat Papua dengan penuh kelengkapan dari Bapak Gubernur. Terima kasih, Tuhan berkati Bapak Gubernur,” pungkasnya.
(Redaksi)











