Papua

Gubernur Papua Tinjau Kesiapan Alat Pertanian Untuk Program Cetak Sawah Rakyat 2026

0
×

Gubernur Papua Tinjau Kesiapan Alat Pertanian Untuk Program Cetak Sawah Rakyat 2026

Sebarkan artikel ini
Tampak Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri meninjau kesiapan alat pertanian untuk program cetak sawah rakyat 2026. (Ist)

Berita Papua, Jayapura — Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri melakukan peninjauan langsung ke gudang alat dan mesin pertanian (alsintan) milik Brigade Dinas Pertanian Provinsi Papua yang berlokasi di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan sarana pendukung dalam rangka pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) serta penguatan ketahanan pangan di wilayah Papua. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah percepatan program yang telah dikoordinasikan dengan Kementerian Pertanian RI dan pemerintah daerah setempat.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Fakhiri menyampaikan rasa syukurnya karena sebagian dari alsintan yang diajukan Pemerintah Provinsi Papua ke pemerintah pusat telah tiba di Jayapura dan siap digunakan.

“Pertama saya bersyukur hari ini sebagian daripada alat pertanian yang kami ajukan kepada Bapak Menteri telah tiba di Jayapura dan sudah kita taruh di sini. Tadi sore juga saya serahkan beberapa alsintan yang sudah tiba kepada Polda Papua,” ujar Fakhiri.

Gubernur menjelaskan bahwa bantuan alsintan tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembukaan lahan dan pengembangan sawah baru yang menjadi program prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi pangan.

“Kami akan gunakan segera mungkin. Kalau akses jalan sudah dibersihkan, kami masuk dengan alat-alat ini untuk mulai mempersiapkan lahan. Semua akan difungsikan dalam membuka cetak sawah,” tegasnya.

Pemanfaatan alsintan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembukaan lahan, pengolahan tanah, hingga proses penanaman. Pemerintah Provinsi Papua juga menyatakan kesiapan membantu kabupaten dan kota yang telah membuka lahan pertanian namun masih kekurangan peralatan.

“Kalau ada kabupaten yang sudah membuka lahan tetapi kekurangan alat, kami akan bantu. Itu yang sedang kami programkan,” ujarnya.

Selain alsintan yang telah tiba, Provinsi Papua juga dijadwalkan menerima tambahan bantuan berupa pompa air dan berbagai peralatan pertanian lainnya dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

Fakhiri menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian tidak hanya terfokus pada program cetak sawah, tetapi juga mencakup pengembangan komoditas strategis lain seperti jagung, kedelai, kakao, dan kelapa hibrida. Seluruh program dijalankan secara terpadu untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Papua.

“Apa yang menjadi kebutuhan petani, baik dari kabupaten maupun kampung-kampung, akan kami penuhi secara bertahap sesuai dukungan bantuan dari Kementerian Pertanian, baik untuk sawah maupun perkebunan,” kata Fakhiri.

Program Cetak Sawah Rakyat sendiri merupakan bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan keterlibatan masyarakat adat serta petani lokal dalam pelaksanaannya.

(Renaldo Tulak)