Papua

LDII Papua Gelar Silahturohim Idul Adha 1447 H

0
×

LDII Papua Gelar Silahturohim Idul Adha 1447 H

Sebarkan artikel ini
Tampak Silahturohim Yang Digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua.

Berita Papua, Jayapura — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua menggelar acara silahturohim dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah yang berlangsung di Pesantren Al-Manshurin, Jayapura, Rabu (27/5/2026).

Perayaan tersebut mengusung tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”. Acara ini dihadiri oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Jayapura, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jayapura, serta pimpinan lima unsur agama di Kota Jayapura.

Ketua DPW LDII Provinsi Papua, Sudarmo, menyampaikan bahwa total hewan kurban yang disembelih oleh 26 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII se-Provinsi Papua mencapai 123 ekor sapi dan 71 ekor kambing.

“Untuk Kota Jayapura, sapinya sekitar 60-an ekor, kambingnya juga hampir 40-an ekor. Itu yang paling banyak dibandingkan kabupaten lain,” ujar Sudarmo.

Tampak Silahturohim Yang Digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua.

Sudarmo menjelaskan, daging kurban dibagikan melalui 3 cara. Pertama, mengundang langsung tamu dari FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendeta, dan tetangga sekitar. Ke-2, membentuk tim khusus yang berkeliling dari rumah ke rumah untuk membagikan daging. Ketiga, melayani warga yang datang langsung ke lokasi penyembelihan.

“Yang datang ke sini biasanya mereka makan dulu. Habis makan, baru dibawakan satu kilo daging untuk pulang ke rumah,” jelasnya.

Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami kenaikan sekitar 5 hingga 6 persen. Sudarmo berharap tren positif ini terus berlanjut.

“Harapan ke depan, tetap kami sampaikan pada seluruh warga jamaah untuk menggunakan konsep fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Kami berharap tahun depan bisa meningkat hingga 10 persen dari tahun ini,” ungkapnya.

Soal donatur, Sudarmo menegaskan bahwa hampir seluruh hewan kurban berasal dari sistem patungan jamaah. Untuk 1 ekor sapi, patungan dilakukan oleh 7 orang. Sedangkan 1 ekor kambing, patungan dilakukan oleh 1 orang.

Pengecualian hanya terjadi di Kabupaten Jayapura. “Ada 1 DPD Kabupaten Jayapura yang melaporkan ke DPW mendapat bantuan satu ekor sapi dari Bapak Bupati Kabupaten Jayapura. Selain itu, tidak ada donatur,” pungkas Sudarmo.

(Renaldo Tulak)