Berita Papua, Sentani — Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Papua tahun 2026 resmi ditutup di Masjid Al-Aqsa Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu malam (18/7/2026).
Penutupan dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen
MTQ ke-31 berlangsung selama 5 hari, mulai 14 hingga 18 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti kafilah dari 8 kabupaten/kota se-Provinsi Papua dengan jumlah peserta, pelatih, pendamping, dewan hakim, panitia, ofisial dan undangan mencapai 1.000 orang.
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ. Ia menyebut kegiatan ini sebagai sarana penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Pelaksanaan MTQ merupakan sarana membangun karakter, memperkuat keimanan, menanamkan akhlak mulia, serta membentuk generasi Qurani yang mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Wagub juga memberikan penghargaan tinggi kepada LPTQ, Kementerian Agama, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang terus berkomitmen membina para qori, qoriah, hafiz, dan hafizah.
“Pembinaan yang berkesinambungan akan melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga integritas dan moral yang kuat. Semangat tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yaitu terwujudnya transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis,” jelasnya.
Kepada para peserta yang meraih prestasi, Wagub mengucapkan selamat dan berpesan agar menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk berlomba di tingkat nasional.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berlatih dan meningkatkan kemampuan, karena tantangan berikutnya adalah mengharumkan nama Papua pada MTQ tingkat nasional,” katanya.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil, Wagub meminta agar tidak berkecil hati.”Setiap proses adalah bagian dari pembelajaran. Teruslah memperbaiki kemampuan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk kesempatan yang akan datang,” pesannya.
Di akhir sambutan, Wagub menyampaikan terima kasih kepada Panitia Penyelenggara LPTQ Provinsi Papua, LPTQ Kabupaten/Kota, Dewan Hakim, Forkopimda, pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat Kabupaten Jayapura.
“Semoga hasil MTQ ini tidak berhenti pada penetapan para juara semata, tetapi mampu melahirkan generasi Qurani yang menjadi pelopor persatuan, kedamaian, dan pembangunan di Tanah Papua,” pungkasnya.
Acara penutupan ditandai dengan pemukulan pemukul oleh Wagub Papua disaksikan Bupati Jayapura, Wali Kota, Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, dan para undangan.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan MTQ yang diikuti 8 kabupaten/kota.
“Kepada peserta yang berhasil merepresentasikan daerahnya, kami ucapkan selamat. Jadikan keberhasilan ini untuk terus belajar, berlatih, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” katanya.
Bagi peserta yang belum memperoleh hasil terbaik, Yunus berpesan agar tetap semangat.”Bagi peserta yang belum memperoleh hasil terbaik, tetaplah semangat. Setiap ikhtiar dalam belajar dan beramal adalah amal yang sangat mulia,” pesannya.
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraan terdapat kekurangan dalam pelayanan.
“Harapan kita semua, semoga MTQ Tingkat Provinsi ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ibadah, memperkokoh persaudaraan antar daerah, serta melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, provinsi, dan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Hal ini sejalan dengan moto Kabupaten Jayapura, Kenambai Umbai: Satu Hati, Satu Tujuan, Bersama Membangun.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Yusuf Yambe Yabdi, melaporkan selama MTQ telah diperlombakan 7 cabang sesuai ketentuan LPTQ Nasional, yakni Tilawah, Tartil, Fahmil, Syahril, Hifzil, Makalah Ilmiah, dan Kaligrafi. Penilaian dilakukan secara objektif dan profesional oleh Dewan Hakim.
“Alhamdulillah, seluruh cabang musabaqah telah dapat dilaksanakan sesuai jadwal dengan dukungan Dewan Hakim, Panitia Pelaksana, Pemerintah Daerah, Aparat Keamanan, dan Tenaga Kesehatan, serta seluruh relawan yang bekerja dengan penuh dedikasi,” ucapnya.
Hasil perlombaan akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Hakim. Para juara akan menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan.
Selain perlombaan, MTQ juga dirangkaikan dengan kajian Al-Quran, bazar UMKM, festival seni Islam, pelayanan sosial, serta promosi budaya daerah sebagai bagian dari penguatan ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa.
Dalam kesempatan itu, Yusuf juga mempromosikan Festival Danau Sentani yang akan digelar pada 3 September 2026 dengan moto “Kasih Mempersatukan Perbedaan”.
“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan kabupaten/kota, Kementerian Agama, LPTQ, TNI, Polri, sponsor, media, dan dukungan masyarakat. Atas nama panitia, kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











