Berita Papua, Mamberamo Raya — Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kepala Suku Abiasit Gidion Abiasit bersama tokoh masyarakat dan pemuda Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, menggelar Dialog Adat Pemuda Papua Damai di Balai Kampung Burmeso, Distrik Mamberamo Tengah, Minggu (23/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta itu menghasilkan deklarasi yang menegaskan komitmen menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya, serta menolak provokasi dan kekerasan.
Dialog mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”. Peserta terdiri dari unsur tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat kewilayahan, serta pemuda setempat. Turut hadir Serka Yakobus Meop dari Koramil 1712-04, Kepala Kampung Burmeso Nataniel Tasti, Sekretaris Pemuda Burmeso Yosep Meop, dan Tokoh Pemuda Sakius Abiasit.
Dalam sambutannya, Gidion Abiasit mengajak generasi muda Papua menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai sarana memperkuat persatuan, melestarikan adat dan budaya, serta menjaga keamanan dan kedamaian di Mamberamo Raya. Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab besar menjaga keharmonisan masyarakat, menghormati keberagaman, dan menghindari konflik yang dapat menghambat kemajuan daerah.
“Perbedaan suku, agama, maupun latar belakang tidak boleh menjadi penyebab perpecahan, melainkan harus menjadi kekuatan dalam membangun persaudaraan dan kebersamaan,” kata Gidion dalam kegiatan tersebut.
Yosep Meop menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya Papua sekaligus menjadi penggerak persatuan dan pembangunan daerah. Ia menyebut adat istiadat merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga agar tidak hilang akibat perkembangan zaman.
Yosep juga mengajak pemuda memperkuat solidaritas, menghormati perbedaan, menghindari tindakan kekerasan, serta mengutamakan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Dalam penyampaian materi, ia menegaskan pemuda Papua bukan hanya pewaris adat dan budaya, tetapi juga bagian dari kemajuan daerah melalui pendidikan, kewirausahaan, olahraga, dan aktivitas sosial kemasyarakatan.
“Pemuda bersatu, adat terjaga, Papua damai, Mamberamo Raya maju,” ujar Yosep.
Sementara itu, Kepala Kampung Burmeso Nataniel Tasti mengingatkan bahwa pemuda merupakan generasi penerus yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan kampung. Ia mengajak masyarakat mempererat hubungan antarsuku serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Serka Yakobus Meop dari Koramil 1712-04 mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang Hari Sumpah Pemuda. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, menghindari penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian, serta menolak segala bentuk kekerasan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Menurut Yakobus, komunikasi dan koordinasi antara tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, dan aparat keamanan penting untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Situasi keamanan yang kondusif dinilainya menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan daerah di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan juga diisi pembacaan Teks Sumpah Pemuda secara bersama-sama, pemaparan materi oleh Yosep Meop mengenai penguatan persatuan dan persaudaraan, pelestarian nilai adat dan budaya, peran pemuda sebagai pelopor perdamaian, pencegahan konflik sosial, serta keterlibatan generasi muda dalam pembangunan Mamberamo Raya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta kemudian membacakan Deklarasi Pemuda Papua Damai yang menegaskan semangat menjaga persatuan, menghormati adat dan budaya, menolak provokasi serta kekerasan, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Acara juga dirangkaikan dengan pembagian paket sembako kepada peserta.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 17.05 WIT tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar. Dialog ini menjadi salah satu bentuk partisipasi positif masyarakat dalam menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026.
(Renaldo Tulak)











