Papua

Kepala Suku Armati Ajak Pemuda Sarmi Tolak Kekerasan dan Provokasi Paham Separatis

0
×

Kepala Suku Armati Ajak Pemuda Sarmi Tolak Kekerasan dan Provokasi Paham Separatis

Sebarkan artikel ini
Tampak Kepala Suku Armati Sarmi, Yafet Weiraso saat menyampaikan himbauan. (Ist)

Berita Papua, Sarmi — Kepala Suku Armati, Yafet Weiraso, mengajak generasi muda Suku Armati dan pemuda di Kabupaten Sarmi menolak segala bentuk kekerasan dan provokasi, termasuk dari pihak yang membawa paham separatis, yang dinilai mengancam kedamaian di Tanah Papua.

Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan Dialog Adat Pemuda Damai Papua dalam rangka Hari Sumpah Pemuda di Kampung Sawar, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Kamis (22/10/2026), pukul 16.30–18.30 WIT. Kegiatan mengangkat tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”.

Yafet menegaskan, generasi muda memegang tanggung jawab besar dalam menjaga persaudaraan dan menciptakan kehidupan yang aman dan harmonis.

“Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, saya mengingatkan bahwa generasi muda merupakan harapan masa depan bangsa dan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan persaudaraan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis,” ujarnya.

Ia mengimbau pemuda tidak mudah terpengaruh ajakan, informasi, maupun provokasi dari pihak atau kelompok yang mendorong kekerasan, permusuhan, dan perpecahan.

“Termasuk pihak yang menggunakan paham separatis untuk mengancam kedamaian di Tanah Papua,” katanya.

Yafet juga meminta pemuda adat Suku Armati lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi, terutama lewat media sosial.

“Pastikan setiap informasi diperiksa kebenarannya dan jangan mudah terhasut oleh isu-isu yang belum jelas sumbernya,” tuturnya.

Bila menemukan ajakan yang mengarah pada kekerasan atau tindakan yang membahayakan masyarakat, menurutnya hal itu perlu disikapi dengan bijaksana dan dilaporkan melalui saluran yang tepat.

Sebagai generasi penerus masyarakat adat, kata Yafet, pemuda Armati harus teguh pada nilai luhur adat dan budaya Papua, yakni kebersamaan, saling menghormati, gotong royong, dan penyelesaian masalah melalui musyawarah.

“Kita harus mampu menjaga kehormatan adat dengan menjadi pelopor perdamaian, bukan terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat,” tegasnya.

Yafet turut mengajak pemuda mengisi masa muda dengan kegiatan positif, meningkatkan pendidikan dan keterampilan, serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Sarmi agar tetap kondusif, sehingga seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman,” katanya.

Ia juga kembali menyerukan agar pemuda menolak kekerasan dan memperkuat persatuan.

Ia berharap semangat Hari Sumpah Pemuda menjadi landasan bagi generasi muda untuk terus menjaga persaudaraan, merawat keberagaman, dan membangun Sarmi serta Tanah Papua dalam suasana damai dan harmonis.

“Mari kita buktikan bahwa pemuda adat Suku Armati adalah generasi yang cinta damai, menjunjung tinggi nilai-nilai adat, dan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan Papua yang aman, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *