Berita Papua, Sarmi — Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Sarmi, Frans Sawen, mengimbau pemuda-pemudi Sarmi dan Tanah Papua agar tidak mudah terpengaruh provokasi, ajakan kekerasan, maupun penyebaran paham separatis. Menurutnya, hal-hal itu mengancam keamanan, persatuan, dan kedamaian di Tanah Papua.
Imbauan ini disampaikan dalam Dialog Adat Pemuda Damai Papua dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan bertema “Pemuda Papua menjaga Adat, Merawat Persatuan dan membangun Kampung Damai” itu digelar di Kampung Bagaiserwar, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, pukul 11.00 hingga 12.45 WIT.
Frans Sawen mengajak pemuda menjadi generasi penerus yang mengedepankan nilai adat, persaudaraan, dan toleransi, serta menyelesaikan persoalan lewat dialog dan musyawarah.
“Jangan sampai masa depan generasi muda dirusak oleh tindakan kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan masa depan Tanah Papua,” ujarnya.
Ia juga meminta pemuda menggunakan media sosial secara bijak. Pemuda diminta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak terprovokasi ajakan yang berpotensi memicu konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.
Frans mengajak pemuda menolak segala bentuk kekerasan, menjaga persatuan, dan menghormati perbedaan pandangan. Ia juga meminta pemuda mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Sarmi dan seluruh Tanah Papua.
“Tanah Papua adalah tanah yang kaya akan adat, budaya, dan nilai persaudaraan. Oleh karena itu, mari kita jaga tanah ini dengan kedamaian, bukan kekerasan; dengan persatuan, bukan perpecahan; serta dengan dialog, bukan provokasi,” katanya.
Ia berharap pemuda Papua menjadi pelopor perdamaian dan menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat. Dengan begitu, Tanah Papua yang aman, damai, dan sejahtera dapat diwujudkan bagi generasi sekarang maupun mendatang.
“Pemuda Papua bersatu, tolak kekerasan, lawan provokasi, dan jaga kedamaian di Tanah Papua,” pungkas Frans Sawen.
(Renaldo Tulak)











