Berita Papua, Sarmi — Ondoafi Bagaiserwar, Kaleb Sawen, mengimbau seluruh pemuda-pemudi Kabupaten Sarmi agar menjaga persatuan serta menolak segala bentuk kekerasan dan provokasi, termasuk ajakan dari paham separatis. Menurutnya, hal itu mengancam kedamaian dan keamanan di Tanah Papua.
Imbauan itu disampaikan dalam Dialog Adat Pemuda Damai Papua, rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan berlangsung di Kampung Bagaiserwar 2, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, pukul 16.00 hingga 17.45 WIT. Dialog mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”.
Kaleb Sawen mengajak generasi muda meneladani semangat persatuan para pemuda pendahulu bangsa. Menurutnya, pemuda Sarmi harus menjadi generasi yang cinta damai, menjunjung nilai-nilai Pancasila, dan menghormati adat serta budaya Papua.
“Saya mengajak seluruh generasi muda untuk meneladani semangat persatuan dan perjuangan para pemuda pendahulu bangsa yang telah berkomitmen menjaga keutuhan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia juga meminta pemuda mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kaleb mengingatkan pemuda agar tidak mudah terpengaruh ajakan kekerasan, hasutan, dan provokasi yang mengatasnamakan kepentingan tertentu. Ia menyebut secara khusus ajakan dari kelompok atau paham separatis yang berpotensi memicu konflik dan mengganggu ketenteraman warga.
“Setiap perbedaan pandangan hendaknya disikapi secara bijaksana melalui dialog, musyawarah, dan cara-cara damai yang menghormati hukum serta hak setiap warga masyarakat,” kata Kaleb.
Menurut Kaleb, pemuda punya peran penting menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif. Ia meminta pemuda tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan masyarakat dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia juga meminta mereka menggunakan media sosial secara bertanggung jawab agar tidak menjadi sarana penyebaran kebencian dan provokasi.
Ia berharap pemuda menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing. Pemuda juga diminta membangun komunikasi yang baik dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.
“Mari kita jaga Tanah Papua sebagai tanah yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, persaudaraan, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama,” ajaknya.
Di akhir pernyataannya, Kaleb menyampaikan seruan bagi pemuda Sarmi: “Pemuda Sarmi Bersatu, Tolak Kekerasan dan Provokasi, Jaga Persaudaraan, serta Wujudkan Papua yang Damai.”
Ia berharap semangat Hari Sumpah Pemuda memperkuat komitmen generasi muda untuk menjaga persatuan, melestarikan nilai adat dan budaya, serta berperan aktif mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
(Renaldo Tulak)











