Berita Papua, Sarmi — Ondoafi Kampung Sawar, Tonce Senis, mengingatkan generasi muda Papua, khususnya pemuda di Kabupaten Sarmi, agar menjunjung tinggi toleransi, menghargai adat dan budaya Papua, serta memperkuat persaudaraan antargenerasi muda.
Imbauan itu disampaikan dalam Dialog Adat Pemuda Damai Papua menyongsong Hari Sumpah Pemuda di Kampung Sawar, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi. Kegiatan berlangsung pada Kamis (22/10/2026) pukul 11.00 hingga 13.30 WIT dengan tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan dan Membangun Kampung Damai”.
Menurut Tonce Senis, momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda harus dimanfaatkan untuk mempererat persatuan dan kebersamaan.
“Momentum menyongsong Hari Sumpah Pemuda ini hendaknya menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mempererat persatuan dan kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun latar belakang,” katanya.
Ia menegaskan, sebagai generasi penerus bangsa, pemuda Papua harus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan. “Pemuda Papua harus mampu menjadi contoh dalam menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat,” ujarnya.
Tonce Senis menekankan bahwa adat dan budaya merupakan identitas sekaligus warisan leluhur yang wajib dijaga. Ia meminta pemuda tidak melupakan nilai sopan santun, saling menghormati, gotong royong, dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
“Jadikan nilai-nilai luhur tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pergaulan antarpemuda,” tuturnya.
Ondoafi Sawar juga mengajak pemuda menjauhi pertikaian, permusuhan, dan tindakan yang dapat memecah belah persaudaraan. Jika muncul perbedaan pendapat, menurutnya, penyelesaian harus ditempuh dengan kepala dingin.
“Apabila terdapat perbedaan pendapat atau permasalahan, hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan kekeluargaan dengan tetap menghormati adat istiadat yang berlaku,” katanya.
Sebagai tokoh adat, Tonce Senis berharap pemuda menjadi pelopor perdamaian, menjaga keamanan dan ketertiban, serta aktif dalam kegiatan positif yang bermanfaat bagi kemajuan daerah.
“Pemuda yang kuat bukan hanya pemuda yang memiliki semangat tinggi, tetapi juga pemuda yang mampu menghargai perbedaan, menjaga kehormatan adat, dan merawat persaudaraan,” ucapnya.
Menutup imbauannya, ia mengajak seluruh peserta menyatukan tekad demi Papua yang damai, harmonis, dan sejahtera.
“Semoga semangat Hari Sumpah Pemuda semakin memperkuat persatuan dan mendorong generasi muda Papua untuk terus berkarya, menjaga kedamaian, serta menjadi kebanggaan bagi keluarga, masyarakat adat, dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











