Berita Papua, Sarmi — Ondoafi Kampung Kasukuwe, Aser Mare, mengedukasi kaum muda Sarmi agar menjunjung tinggi toleransi, menghargai nilai-nilai adat dan budaya Papua, serta memperkuat persaudaraan antar generasi muda Papua.
Imbauan itu disampaikan dalam Dialog Adat Pemuda Damai Papua dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dengan tema “Pemuda Papua menjaga Adat, Merawat Persatuan dan membangun Kampung Damai” di Kampung Mararena, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Jumat (23/10/2026), pukul 11.30–14.00 WIT.
Dalam kesempatan tersebut, Aser Mare menegaskan peran pemuda sebagai generasi penerus yang menentukan masa depan Papua. Ia mengajak seluruh pemuda-pemudi menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan untuk membangun kebersamaan, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan rasa saling menghormati tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial.
“Saya selaku Ondoafi Kasukuwe mengimbau kepada seluruh kaum muda, khususnya generasi muda di Kabupaten Sarmi, agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, menghormati adat dan budaya Papua, serta memperkuat tali persaudaraan antargenerasi muda demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis,” ujar Aser Mare.
Ia menekankan bahwa generasi muda Papua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat serta budaya warisan leluhur. Menurutnya, adat mengajarkan pentingnya menghormati sesama, menjaga hubungan kekeluargaan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta mengutamakan kepentingan bersama.
“Nilai-nilai luhur tersebut harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Aser Mare juga mengajak kaum muda Sarmi untuk mempererat persaudaraan antarsuku dan antarkampung, membangun komunikasi yang baik, serta menghindari perselisihan yang dapat merusak hubungan kekeluargaan. Perbedaan adat dan budaya, menurutnya, hendaknya tidak menjadi alasan untuk terpecah belah, tetapi menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan masyarakat Papua yang beragam.
“Perbedaan adat dan budaya hendaknya tidak menjadi alasan untuk terpecah belah, tetapi menjadi kekuatan dalam memperkaya kehidupan masyarakat Papua yang beragam,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda untuk melakukan berbagai kegiatan positif, seperti kegiatan sosial, olahraga, pendidikan, pelestarian budaya, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Melalui kegiatan tersebut, pemuda dapat membangun solidaritas, mengembangkan potensi diri, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Sarmi.
Aser Mare menegaskan bahwa pemuda adat harus mampu menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing. Apabila terjadi perbedaan pendapat atau persoalan di tengah masyarakat, ia mengimbau agar diselesaikan melalui dialog, musyawarah adat, dan pendekatan kekeluargaan, bukan melalui kekerasan maupun tindakan yang dapat menimbulkan perpecahan.
“Apabila terjadi perbedaan pendapat atau persoalan di tengah masyarakat, hendaknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah adat, dan pendekatan kekeluargaan, bukan melalui kekerasan maupun tindakan yang dapat menimbulkan perpecahan,” tegasnya.
Sebagai Ondoafi Kasukuwe, Aser Mare mengajak seluruh pemuda-pemudi di Kabupaten Sarmi untuk terus menjunjung tinggi toleransi, menghargai adat dan budaya Papua, serta memperkuat persaudaraan demi menjaga kedamaian di Tanah Papua.
“Mari kita jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk bersatu, menjaga warisan leluhur, dan bersama-sama membangun masa depan Papua yang damai, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











