Berita Papua, Serui — Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, secara resmi menerima dan menyerahkan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) yang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 selama sebulan di Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, Senin (20/7/2026).
Selain Kampung Ambaidiru, penyerahan mahasiswa turut mencakup 3 kampung lain di Distrik Kosiwo, yakni Kampung Maninin, Kampung Numaman, dan Kampung Ramangkurani. Kedatangan para mahasiswa disambut antusias oleh aparat kampung dan masyarakat setempat.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kelompok 9 Kampung Ambaidiru, Andrias J. Wambrauw, S.IP, M.KP menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Wakil Bupati dalam prosesi penyerahan mahasiswa. Menurutnya, kehadiran tersebut bukan sekadar seremoni melainkan wujud nyata pemerintah.
“Kehadiran Wakil Bupati dalam prosesi penyerahan mahasiswa bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan masyarakat,” ujar Andrias.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah daerah tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk melaksanakan program KKN secara sungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Andrias menjelaskan, bagi Uncen, KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Program ini dinilai bukan hanya sebagai wahana penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan, tetapi juga ruang belajar untuk memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“Kuliah Kerja Nyata menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial, mendengar kebutuhan masyarakat, menghargai empati, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan bagi pembangunan,” katanya.
Melalui interaksi intensif dengan warga, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kepekaan sosial, membangun komunikasi yang baik, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal masing-masing kampung.
Andrias berharap seluruh mahasiswa KKN Tematik Uncen 2026 dapat menjalin kerja sama harmonis dengan pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat di keempat kampung tersebut. Sinergi itu diharapkan melahirkan berbagai inovasi dan program pemberdayaan masyarakat yang mendukung pembangunan kampung secara berkelanjutan, sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Yapen.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, Pemerintah Distrik Kosiwo, pemerintah kampung, serta masyarakat yang telah menerima mahasiswa KKN Tematik Uncen dengan penuh kekeluargaan.
“Semoga kerja sama yang terjalin ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, memperkuat kemitraan antara Universitas Cenderawasih dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Diketahui, jumlah mahasiswa Uncen yang mengikuti KKN Tematik 2026 di Kabupaten Kepulauan Yapen dipastikan mencapai sekitar 1.035 orang, tersebar ke seluruh distrik dan kampung.
(Renaldo Tulak)











