Pendidikan

Berbasis Musyawarah Masyarakat, Mahasiswa KKN Tematik Uncen Hadirkan Program Kerja Berdampak di Kampung Ariepi

0
×

Berbasis Musyawarah Masyarakat, Mahasiswa KKN Tematik Uncen Hadirkan Program Kerja Berdampak di Kampung Ariepi

Sebarkan artikel ini
Tampak Mahasiswa KKN Uncen Tematik kelompok 7 saat melakukan pemasangan plank RW 02, Kampung Ariepi I, Serui. (Ist)

Berita Papua, Serui — Kelompok 7 dan Kelompok 8 KKN Tematik Universitas Cenderawasih (Uncen) Tahun 2026 di Kampung Ariepi I dan Kampung Ariepi II, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, terus merealisasikan sejumlah program kerja yang lahir dari hasil musyawarah bersama masyarakat setempat.

Pendekatan partisipatif tersebut menjadi landasan utama agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kelompok 7 dan Kelompok 8 Kampung Ariepi, Hendrik Rikarsyo Rewapatara, SH, MH, menegaskan bahwa seluruh program kerja mahasiswa disusun berdasarkan hasil dialog dan kesepakatan bersama masyarakat, bukan semata-mata berasal dari gagasan mahasiswa.

“Dalam rapat internal bersama Kelompok 7 dan Kelompok 8 di Kampung Ariepi I dan Ariepi II, saya sampaikan kepada mereka agar membuat program kerja yang tidak membebani mahasiswa maupun masyarakat. Konsep KKN adalah pengabdian kepada masyarakat, sehingga hasil musyawarah bersama masyarakat menjadi tolak ukur dalam menyusun program kerja. Jangan sampai kita membawa program dari kota kemudian memaksakan masyarakat untuk mengikutinya. Itu tidak boleh,” ujar Hendrik dalam keterangan rilis pers kepada Berita Papua, Selasa (4/8/2026).

Menurut Hendrik, salah satu program prioritas yang sedang disusun adalah penyusunan Profil Kampung Ariepi I.

Ia menjelaskan bahwa dirinya telah menyiapkan template profil kampung sebagai pedoman bagi mahasiswa.

“Template sudah saya siapkan dan diserahkan kepada mahasiswa Kelompok 7. Selanjutnya mereka akan berkolaborasi dengan Kepala Kampung untuk melengkapi berbagai data, mulai dari potensi kampung, sektor unggulan seperti perikanan, perkebunan, hingga data kependudukan, termasuk jumlah Kepala Keluarga (KK). Data tersebut nantinya menjadi dokumen penting bagi pemerintah kampung dalam perencanaan pembangunan,” jelasnya.

Tampak Tampak Mahasiswa KKN Uncen Tematik kelompok 8 saat melakukan musyawarah bersama Kepala Kampung dan Masyarakat Kampung Ariepi II, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen. (Ist)

Sementara itu, di Kampung Ariepi II, Kelompok 8 tengah melaksanakan program Sosialisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang ditujukan kepada para ibu rumah tangga.

Menurut Hendrik, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hukum terhadap produk-produk lokal yang memiliki nilai ekonomi.

“Di Ariepi II terdapat berbagai olahan keripik dan potensi UMKM yang layak memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menambah wawasan mama-mama di kampung agar memahami hak mereka atas hasil karya maupun produk olahan yang dihasilkan,” ungkapnya.

Selain program pemberdayaan masyarakat, mahasiswa dari kedua kelompok juga tengah mengerjakan program fisik berupa pembangunan Tugu Selamat Datang di kawasan pertigaan menuju Kampung Ariepi I dan Kampung Ariepi II.

Hendrik mengaku pada awalnya tidak menganjurkan mahasiswa melaksanakan program fisik karena mempertimbangkan keterbatasan waktu pelaksanaan KKN. Namun, setelah mengetahui bahwa pembangunan tugu merupakan hasil kesepakatan bersama masyarakat, ia memberikan dukungan penuh.

“Sebenarnya saya tidak menyarankan anak-anak membuat program kerja fisik. Namun, mereka menyampaikan bahwa pembangunan tugu ini merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat. Karena itu, saya tetap mendukung dan mengapresiasi semangat mereka. Semoga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sebelum 10 Agustus 2026,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Hendrik menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kampung Ariepi I dan Ariepi II yang telah menerima kehadiran mahasiswa KKN dengan sangat baik serta mendukung pelaksanaan seluruh program kerja.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara mahasiswa, pemerintah kampung, dan masyarakat dapat terus dipertahankan hingga akhir masa pengabdian.

“Harapan saya, sinergi ini terus dijaga. Kami datang ke Ariepi, Kabupaten Kepulauan Yapen, bukan untuk sekadar berkunjung atau berjalan-jalan, tetapi untuk mengukir cerita melalui pengabdian kepada masyarakat di Negeri Kembang, Kota Serui. Semoga seluruh program yang telah dirancang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Hendrik.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *