Berita Papua, Sentani — Dinamika dualisme di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayapura kembali memanas menjelang Musyawarah Daerah (Musda).
Di tengah situasi tersebut, salah satu calon ketua, Lodik Ap, justru mengambil langkah mengejutkan dengan menyatakan mundur dari bursa pencalonan.
Keputusan itu diumumkan langsung oleh Lodik Ap di Sentani, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan tanpa alasan, melainkan bentuk penolakan terhadap potensi konflik yang dapat merugikan generasi muda.
“Terkait dinamika KNPI Kabupaten Jayapura yang dualisme, saya selaku calon ketua KNPI menyatakan sikap bahwa saya tidak akan maju sebagai calon ketua KNPI Kabupaten Jayapura, karena tidak mau korbankan pemuda Kabupaten Jayapura,” ujar Lodik Ap.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gesekan antarpemuda harus segera dihentikan. Menurutnya, periode dualisme sebelumnya sudah cukup menjadi pelajaran pahit.
“Saya sebagai calon tidak mau menciptakan gesekan sesama pemuda Kabupaten Jayapura. Dinamika dualisme ini cukup pada periode yang lalu saja. Untuk kita generasi sekarang, jangan lagi ciptakan perpecahan pemuda. Karena tidak ada untungnya,” tegasnya.
Lodik Ap juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Jayapura, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) segera turun tangan. Ia meminta agar konflik internal KNPI dituntaskan sebelum Musda digelar.
“Dengan situasi ini, saya berharap menjadi perhatian bersama. Kalau bisa sebelum pelaksanaan Musda berlangsung, kami minta diselesaikan dulu dinamika ini, sehingga pelaksanaan Musda KNPI bisa berjalan dengan baik, aman, dan tertib,” katanya.
Lodik Ap menyebut pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab moral. Ia ingin KNPI tetap menjadi wadah pemersatu, bukan sumber perpecahan pemuda di Kabupaten Jayapura.
(Yan Mofu)











