Berita Papua , Sentani — Polemik Wakil Bupati Jayapura yang disebut-sebut dilarang masuk Stadion Lukas Enembe saat laga Persipura melawan PSIS Semarang akhirnya tuntas. Wakil Bupati Haris Richard S. Yocku menegaskan insiden pada Sabtu (18/4/2026) murni akibat miskomunikasi, bukan penolakan dari panitia pelaksana.
Pernyataan itu disampaikan Haris Richard S. Yocku dalam konferensi pers bersama Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persipura di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).
“Hari ini kami sudah klarifikasi. Apapun yang ditulis di media itu sebenarnya semua tidak benar,” kata Haris Yocku.
Ia menjelaskan kedatangannya ke stadion bukan untuk menonton, melainkan untuk menandatangani dokumen yang diperlukan Bupati Jayapura. Ia tiba saat laga sudah memasuki menit ke-68 babak ke-2, ditemani 2 anak dan sejumlah ajudan tanpa atribut kedinasan. Di tangannya, ia membawa 2 tiket realbox.
Masalah muncul di gate masuk A8. Haris Yocku meminta agar salah satu anaknya bisa ikut masuk menggunakan tiket realbox yang ia pegang.
“Kebetulan kami biasa kalau masuk, kami tidak langsung nonton di realbox di atas. Kadang turun nonton sama masyarakat di VIP bawah. Jadi daripada tidak dipakai di atas, mending saya di bawah saja tapi anak saya juga bisa ikut,” ujarnya.
Petugas tetap pada aturan: 1 tiket untuk 1 orang. Haris Yocku mengaku tidak memperpanjang situasi. Ia melepas tiketnya dan memasangkannya ke anak yang tertua, sehingga anaknya bisa masuk. Sementara ia sendiri mencari jalan lain untuk masuk karena perlu menandatangani dokumen.
“Kami menghormati itu tugas dari teman-teman panitia pelaksana,” tegasnya.
Setelah dokumen ditandatangani dan pertandingan usai, ia pulang. Baru pada hari Minggu ia mengetahui insiden tersebut menjadi polemik di media sosial dan media mainstream.
Wabup juga membantah kabar bahwa kepala daerah tidak membeli tiket.
“Kalau ada yang bilang kami tidak beli tiket itu salah. Kami tidak pernah ambil jatah. Justru kami paling sering beli tiket bagi ke masyarakat,” ujarnya.
Sebagai Ketua KONI Kabupaten Jayapura, Haris Yocku mengingatkan dua hal utama dalam mendukung Persipura, beli tiket dan jangan membuat tindakan anarkis.
“Itu baru kita bilang fans. Kalau tidak beli tiket, cuma masuk saja, itu sama saja, kita bukan fans,” katanya.
Baginya, Persipura memiliki makna lebih dari sekadar sepak bola.
“Persipura itu harga diri kita. Bilang Persipura itu saya, bilang saya ini Persipura. Dan kita semua ini orang Persipura,” kata Haris.
Ketua Panpel Persipura Jayapura, Alberto Itaar, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
“Kami tidak mengharapkan hal itu terjadi. Tapi karena tugas dan tanggung jawab yang sudah saya sampaikan ke panitia, tanpa tiket tidak boleh masuk. Itu yang kurang koordinasi dengan saya di atas. Informasi bahwa ada Wakil Bupati yang mau masuk itu terputus,” ungkapnya.
Alberto mengucapkan terima kasih karena Wabup bersedia menerima panitia untuk berkoordinasi.
“Kami sudah berbicara dari hati ke hati dan telah selesai,” bebernya.
Wabup mengimbau masyarakat berhenti berspekulasi.
“Saya harap kita tetap jaga kondusif. Jangan ciptakan spekulasi yang nantinya menjadi gaduh dan mengganggu pertandingan 2 Mei nanti.”
Ia mengajak seluruh suporter untuk kembali memadati stadion pada laga mendatang.
“Saya undang buat kita semua, datang tanggal 2 Mei. Kasih penuh stadion. Buktikan bahwa kita Persipuramania,” pungkas Haris Yocku.
(Yan Mofu)











