Kabupaten Jayapura

Bupati Jayapura Instruksikan Seluruh OPD Kejar Serapan APBD 2026

0
×

Bupati Jayapura Instruksikan Seluruh OPD Kejar Serapan APBD 2026

Sebarkan artikel ini
Tampak Bupati Jayapura, Yunus Wonda, SH, MH saat memberikan pernyataan pers.

Berita Papua, Sentani — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menginstruksikan seluruh Perangkat Daerah (PD) untuk mempercepat proses tender dan administrasi guna mengejar target serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 yang telah memasuki bulan ketujuh.

Di sisi lain, Bupati Yunus Wonda meminta agar program yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat dihentikan, serta memastikan Festival Danau Sentani (FDS) XV dibangun sebagai destinasi wisata permanen.

Instruksi tersebut disampaikan usai rapat internal evaluasi program dan penyusunan anggaran yang digelar di Grand Hotel Cartenz, Sentani, Rabu (24/6/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Yunus Wonda dan Wakil Bupati Haris Richard Yocku, serta dihadiri oleh seluruh kepala perangkat daerah.

Bupati Yunus Wonda menegaskan bahwa mulai tahun depan, seluruh program kerja perangkat daerah wajib selaras dengan visi-misi dirinya dan Wakil Bupati. Ia memperingatkan agar dinas tidak lagi membuat program seremonial yang hasilnya tidak bisa dirasakan publik.

“Untuk tahun berikut kami minta supaya fokus secara detail kepada visi-visi Bupati dan Wakil Bupati. Sehingga ada hasil setelah kami menjabat, ada hasil yang bisa dilihat oleh masyarakat, oleh publik,” jelas Bupati.

“Sisa 2 tahun ke depan, 3 tahun ini, harus benar-benar kami harap dinas terfokus pada visi misi bupati wakil bupati. Jadi tidak lagi membuat program-program banyak tapi hasilnya tidak kelihatan. Itu kita mengingatkan kepada semua dinas untuk melakukan hal itu,” tegasnya.

Untuk memaksimalkan anggaran yang tersedia, Pemkab memetakan pembangunan ke dalam tiga zona utama atau yang disebut “3 Sona”: Sona Sentani (mencakup Sentani Timur, Barat, dan Tengah), Sona Tanah Merah, dan Sona Wilayah Grime Nawa. Perangkat daerah diminta untuk memilih prioritas, cukup 1-2 pekerjaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bupati bahkan memberikan contoh konkret kepada Dinas Perikanan. Ia meminta agar pada tahun depan, masyarakat adat di sekitar Danau Sentani dan pesisir memiliki sarana produksi yang mandiri.

“Kami mau tahun depan ini, daerah Danau Sentani ini, seperti dinas perikanan, pastikan semua masyarakat adat harus punya keramba masing-masing. Keramba ikan harus dibikin oleh kita. Begitu pula yang di laut, terompong itu harus kita bangun,” ujarnya.

Menyangkut pendanaan APBD Perubahan, Pemkab saat ini masih menggunakan pagu indikatif tahun lalu. Penambahan alokasi anggaran baru akan ditentukan setelah sumber-sumber pendapatan daerah teridentifikasi dengan jelas.

“Karena kita rencana akan membahas APBD, mungkin kita sudah masuk ke persiapan pembahasan APBD perubahan sehingga itu yang kita minta untuk Bimas Nasional untuk bisa menyiapkan. Kita juga mencari bagian DPA dan masih pakai dana indikatif tahun lalu. Sementara kita pakai dana indikatif tahun-tahun lalu,” jelas Bupati.

Di tengah upaya efisiensi, Pemkab memastikan Festival Danau Sentani (FDS) XV tetap digelar tahun ini. Namun, ada perubahan fundamental: lokasi festival akan dibangun menjadi destinasi wisata dan pusat kuliner permanen, bukan sekadar panggung musiman.

Bupati Yunus Wonda menjelaskan bahwa kawasan tersebut saat ini sedang dalam proses penimbunan dan direncanakan akan dilakukan pengecoran pada bulan depan. Bahkan, ia menargetkan upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 akan digelar di lokasi tersebut.

“Daerah itu akan menjadi tempat permanen wisata, destinasi wisata. Tempat itu tidak hanya sekedar nanti tahun ini festival terus selesai, terus nanti tahun depan lagi kita bikin lagi, bersihkan lagi,” kata Bupati.

“Tempat kuliner tradisional makanan khas Kabupaten Jayapura yaitu papeda itu tetap jadi permanen di situ dan juga tempat jadi destinasi usaha permanen. Maka sekarang lagi ditimbun, dalam waktu dekat mungkin bulan depan ini akan dicor, cor selesai semua,” tambahnya.

Bupati berharap kawasan tersebut tidak sepi setelah festival usai. Dengan konsep permanen, tempat itu diharapkan menjadi ruang publik yang hidup setiap hari dengan berbagai kegiatan ekonomi dan budaya.

“Jadi tidak lagi bongkar pasang, itu tetap permanen. Setiap hari ada event di sana, setiap saat akan ada event di sini,” pungkas Bupati Yunus Wonda.

(Yan Mofu)