Kabupaten Jayapura

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 Pemkab Jayapura Tanam Pohon dan Gerebek Sampah di Lapangan Basket Pasar Lama Sentani

0
×

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 Pemkab Jayapura Tanam Pohon dan Gerebek Sampah di Lapangan Basket Pasar Lama Sentani

Sebarkan artikel ini
Tampak Asisten II Abdul Rahman Basri foto didampingi kepala-kepala OPD foto bersama perwakilan sekolah paguyuban komunitas pencinta lingkungan.

Berita Papua, Sentani — Pemerintah Kabupaten Jayapura mendorong aksi nyata pengurangan sampah seiring peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Data menunjukkan Kabupaten Jayapura menghasilkan 90,48 ton sampah per hari, dengan 60,48% di antaranya berupa sampah makanan.

Kegiatan puncak peringatan digelar, Sabtu (6/6/2026) di Lapangan Basket belakang Pos Polisi Pasar Lama Sentani. Hadir mewakili Bupati Jayapura, Yunus Wonda, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri.

Kegiatan diisi aksi bersih sampah dan penanaman pohon. Turut hadir Kepala DLH Salmon Telenggen, Kepala Dinas Pendidikan Amelia Ondikleuw, Kadispora Srihadi Pamenang, Kadinsos Korri Simbolon, perwakilan TNI-Polri, OPD, sekolah, paguyuban, WWF, dan komunitas.

Membacakan sambutan Bupati, Abdul Rahman Basri mengajak seluruh masyarakat bahu membahu menjaga dan memulihkan lingkungan hidup demi keberlangsungan makhluk hidup saat ini dan masa depan.

“Saya mengajak kita semua memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan rahmat-Nya. Pada hari ini kita diberikan kesempatan melaksanakan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Jayapura tahun 2026,” ujarnya.

Mengusung tema nasional _”Aksi Nyata Bekerja untuk Iklim” dan tema lokal “Bergerak, Bersihkan, Lestarikan Cyclops dan Danau Sentani sebagai Warisan Hidup” Pemkab bersama mitra menggelar penanaman pohon dan gerakan bersih lingkungan.

Bupati berharap kegiatan ini mendorong persatuan menjaga lingkungan, mengurangi sampah, dan mengatasi perubahan iklim dimulai dari diri sendiri, keluarga, kampung, distrik, hingga lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Jayapura: Kasih mempersatukan perbedaan untuk mewujudkan Kabupaten Jayapura yang aman, nyaman, mandiri, berkeadilan, maju, dan berkelanjutan.

Bupati menyoroti sampah makanan dan plastik yang menekan lingkungan. Jika tidak ada perubahan perilaku, dampaknya akan mengenai kesehatan masyarakat, ekosistem, dan rantai makanan.

“Data saat ini menunjukkan total timbulan sampah di Kabupaten Jayapura mencapai 90,48 ton setiap hari dengan komposisi 60,48% sampah makanan, 15% sampah plastik, dan 7,90% sampah kertas dan karton. Angka ini menjadi pengingat bahwa pengolahan sampah kita harus segera diperbaiki,” tegasnya.

Penanganan dinilai mendesak dilakukan dari RT/RW hingga kampung melalui pemilahan sampah, bank sampah, serta perbaikan pengolahan dan distribusi sampah.

Kepala DLH Salmon Telenggen menambahkan, sampah organik khususnya sisa makanan berkontribusi besar terhadap pencemaran tanah dan perubahan iklim karena menghasilkan gas metana. “Berdasarkan penelitian WWF bersama DLH, 60% sampah berasal dari restoran, kafe, hotel, rumah makan, dan rumah tangga,” jelasnya.

Sejalan tema _”Aksi Bersama Selamatkan Iklim”dari KLH, Salmon mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah sejak dari rumah agar volume ke TPA berkurang.

Salmon menyebut 3 tantangan terbesar: sarana prasarana persampahan terbatas, rendahnya kesadaran warga memilah sampah dari sumber, serta tingginya laju pertumbuhan dan perubahan pola konsumsi.

“Pemerintah bersama masyarakat akan bekerja sama memperbaiki kekurangan. Kami optimis ke depan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Jayapura akan lebih baik sesuai visi Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis, Bupati berencana membangun pabrik pengolahan sampah di Waibu.

“Kami yakin ke depan sistem pengolahan sampah di Kabupaten Jayapura akan semakin baik,” pungkas Salmon.

(Yan Mofu)