Kabupaten Jayapura

Pemkab Jayapura Umumkan Festival Danau Sentani XV Resmi Diundur ke 1-5 September 2026

0
×

Pemkab Jayapura Umumkan Festival Danau Sentani XV Resmi Diundur ke 1-5 September 2026

Sebarkan artikel ini
Tampak Asisten I Bidang Umum Setda sekaligus Ketua Panitia FDS XV 2026, Gilbert R. Yakwart saat memberikan keterangan pers.

Berita Papua, Sentani — Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menunda pelaksanaan Festival Danau Sentani/FDS XV tahun 2026. Main event diundur ke 1 – 5 September 2026, sementara pra-festival digelar 20 Agustus hingga 1 September 2026.

Keputusan itu diambil dalam rapat tertutup bersama Bupati Yunus Wonda, Wakil Bupati Haris Richard Yocku, Sekda Yusup Yambe Yabdi, seluruh OPD dan 19 kepala distrik, Rabu. Asisten I Bidang Umum Setda sekaligus Ketua Panitia FDS XV 2026, Gilbert R. Yakwart, menyampaikan hal itu kepada wartawan di Sentani.

Alasan Penundaan: Infrastruktur Baru 35%, Pemkab Jayapura menunda FDS karena kesiapan infrastruktur dan lahan di lokasi festival belum mencapai target. Hasil presentasi master plan dari Dinas PU dan DP2KP menunjukkan pembangunan belum memungkinkan digelar Juli-Agustus seperti jadwal awal.

“Dan terkait dengan penyiapan lahan di lokasi FDS. Koordinasi dengan Dinas PU dan DP2KP untuk penyiapan lahan belum bisa siap dalam kurun waktu 2-3 minggu ke depan untuk FDS. Akhirnya Bupati Jayapura Yunus Wonda menyampaikan bahwa dari master plan yang dilihat setelah presentasi tidak memungkinkan untuk kita mulai kegiatan festival dengan pra dari tanggal awal bulan ini,” ujar Gilbert.

Laporan DP2KP dan Dinas PU menyebut progres infrastruktur baru 35%. Meski lahan sudah ditimbun, proses pengecoran dan penyiapan lain belum selesai.

“Jadi pada akhirnya Bupati Jayapura, Yunus Wonda, tadi sepakat rapat tertutup untuk memutuskan Festival Danau Sentani kita tunda ke bulan September. Pra-festival mulai dari tanggal 20 Agustus sampai tanggal 1 September 2026. Puncak acara dipastikan 1 – 5 September 2026,” katanya.

Pemkab menyiapkan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar lebih untuk FDS 2026. Angka ini lebih efisien dibanding tahun sebelumnya yang hanya 4-5 hari tapi menghabiskan Rp 5 – 7 miliar.

“Untuk festival ini, anggarannya sendiri kurang lebih sekitar 2,5 miliar lebih. Ini juga salah satu hal yang memang cukup berat untuk kami sebenarnya. Saya jujur bahwa sebelum-sebelumnya itu kegiatan festival hanya kurang lebih 4 hari, anggaran itu bisa tempuh 6 miliar sampai 7 miliar,” ungkap Gilbert.

Meski durasi lebih panjang 1 bulan 1 minggu, pra-festival dipangkas jadi kurang lebih 2 minggu agar lebih efisien.

Koordinasi ke Kemenparekraf dan IstanaKarena FDS sudah masuk kalender Karisma Event Nusantara Kemenparekraf tanggal 1 – 5 Agustus, Pemkab akan berkoordinasi untuk penyesuaian jadwal. Wakil Presiden RI sudah menyatakan siap hadir dan Pemkab akan audiensi ke Istana untuk menyampaikan perubahan.

“Dan itu terjadwal di jadwal nasional bahwa kita di Kementerian itu sudah tercatat tanggal 1 sampai tanggal 5 Agustus. Namun karena pertimbangan infrastruktur, penyiapan lahan dan lain sebagainya akhirnya Kepala Daerah, Bupati dan Wakil Bupati bersepakat dengan Panitia dan seluruh pimpinan OPD dan 19 distrik untuk ditunda ke bulan September. Itu konsekuensi yang nanti kami akan koordinasikan dengan Kementerian Pariwisata. Kebetulan saya juga sudah masuk dua kali ke Istana, Wapres juga sudah merespons untuk mau datang,” jelasnya.

Highlight FDS XV tahun 2026: Papeda Gratis, Kopi Gratis, 1 Juta Hiloi Rekor MURIFDS XV 2026 tetap membawa atraksi unggulan khas Sentani:

1. Makan papeda gratis 1 hari untuk seluruhmasyarakat Kabupaten/Kota Jayapuradan pengunjung. Diberdayakanmama-mama asli Sentani dan Grime.

2. Minum kopi gratis dari kopi asliKabupaten Jayapura.

3. 1 juta Hiloi rekor MURI – mama-mama Sentani akan membuat hiloi massal. Pemkab sudah bersurat ke Ketua MURI untuk penilaian rekor.

“Yang berikut itu, mama-mama dari seputaran Danau Sentani kami Pemkab akan support juga untuk mereka membuat hiloi. Kami sudah bersurat dan akan ke Jakarta bertemu dengan Ketua MURI untuk penilaian, supaya kita bisa dapat rekor MURI untuk Mama Papua buat 1 juta hiloi,” tutup Gilbert.

(Yan Mofu)