Kabupaten Jayapura

PT Angkasa Pura Indonesia Gelar Simulasi Darurat Skala Penuh di Bandara Sentani, Libatkan 509 Personel

0
×

PT Angkasa Pura Indonesia Gelar Simulasi Darurat Skala Penuh di Bandara Sentani, Libatkan 509 Personel

Sebarkan artikel ini
Tampak latihan penanggulangan keadaan darurat skala penuh (Full Scale Airport Emergency Exercise/AEE) di Bandara Sentani Jayapura.

Berita Papua, Sentani — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sentani Jayapura menggelar latihan penanggulangan keadaan darurat skala penuh (Full Scale Airport Emergency Exercise/AEE) pada Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan bandara ini melibatkan 509 personel gabungan dari berbagai instansi untuk menguji kesiapsiagapan menghadapi situasi darurat penerbangan.

General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim, menyatakan bahwa latihan ini merupakan komitmen nyata pengelola bandara dalam memenuhi standar keselamatan penerbangan nasional maupun internasional.

“Bandara Internasional Sentani merupakan objek vital strategis di Papua. Melalui latihan ini, kami memastikan seluruh personel dan pemangku kepentingan tidak hanya memahami teori, tetapi mampu bertindak cepat, tepat, dan terintegrasi saat menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya,” ujar Noer Rohim.

Latihan kali ini mencakup tiga skenario simulasi utama yang dijalankan secara simultan:

1. Kebakaran Gedung (Fire Building Exercise): Simulasi kebakaran skala besar di dua titik krusial, yakni Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina dan area terminal penumpang. Skenario ini menguji kecepatan respons tim Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) dalam memadamkan api, mengevakuasi massa, serta melokalisasi dampak kebakaran agar tidak mengganggu operasional vital lainnya.

2. Ancaman Keamanan (Security Exercise): Simulasi penanganan aksi penyanderaan di area bandara. Skenario ini melibatkan personel Aviation Security yang bekerja sama dengan aparat TNI/Polri untuk melakukan negosiasi, pelumpuhan pelaku, dan penyelamatan sandera sesuai prosedur Airport Security Program (ASP).

3. Kecelakaan Pesawat (Aircraft Accident Exercise): Puncak simulasi berupa kecelakaan pesawat di area airside Bandara Sentani. Latihan menguji penanganan pasca-kecelakaan (post-accident), mulai dari teknik pemadaman api pada badan pesawat, pencarian dan evakuasi korban (search and rescue), penanganan medis darurat di lapangan, pengelolaan Passenger Holding Area bagi penumpang selamat, hingga penyiapan area khusus bagi keluarga korban (greeters & meeters area).

CEO Regional V PT Angkasa Pura Indonesia, Handy Herudhitiawan, mengatakan latihan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun dan bersifat wajib sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan.

“Simulasi ini adalah bukti komitmen kami untuk menjaga keselamatan penerbangan. Kami melibatkan semua pemangku kepentingan di ekosistem bandara, mulai dari pihak yang berwenang hingga layanan medis,” ujar Handy.

Manajemen Bandara Sentani menegaskan seluruh rangkaian latihan berlangsung tanpa mengganggu operasional penerbangan reguler. Masyarakat dan pengguna jasa bandara diimbau tetap tenang karena seluruh aktivitas merupakan bagian dari simulasi.

Noer Rohim menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang terlibat, termasuk TNI, Polri, Basarnas, rumah sakit daerah, maskapai penerbangan, dan perusahaan ground handling.

“Sinergi dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan operasional penerbangan,” pungkasnya.

(Yan Mofu)