Berita Papua, Sentani — Polres Jayapura mengerahkan sekitar 600 personel untuk mengamankan aksi massa dan mengantisipasi potensi kerusuhan di wilayah Kabupaten Jayapura, Rabu 29 Juli 2026.
Pengerahan besar-besaran ini dilakukan menyusul adanya informasi terkait ajakan dari kelompok tertentu untuk melakukan konvoi dan aksi turun ke jalan.
“Upaya yang kami lakukan ini adalah langkah preventif atau pencegahan. Kami mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, seperti adanya niat untuk melakukan konvoi dan ajakan berbuat anarkis,” ujar Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan.
Petugas difokuskan pada sejumlah titik rawan guna mencegah terjadinya pembakaran, perusakan fasilitas umum, serta kemacetan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami menjaga kampung agar tidak terjadi hal seperti pembakaran, perusakan, atau lainnya. Secara keseluruhan situasi aman dan terkendali, komunikasi juga berjalan baik,” jelasnya.
Saat ini massa aksi telah diarahkan untuk berkumpul di Pos 7 guna menyampaikan aspirasi. Polisi memastikan aspirasi masyarakat tetap diterima dengan catatan disampaikan secara tertib.
“Aspirasi itu kami terima dan kami sampaikan. Tapi kami juga punya kewajiban untuk mencegah hal yang tidak kita inginkan bersama. Ini demi kepentingan masyarakat semuanya,” tegasnya.
Terkait informasi rencana massa KMPB untuk melakukan long march ke area pemerintahan Gunung Merah, pihak kepolisian mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi.
“Memang ada informasi rencana ke Gunung Merah. Tapi semua aspirasi dapat diterima dengan cara-cara yang baik. Dengan adanya long march dan kegiatan turun ke jalan, semuanya harus kita antisipasi bersama mengingat kejadian sebelumnya,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan adanya massa yang diamankan. “Sampai saat ini belum ada laporan dari lapangan. Nanti saya akan cek lagi,” ujarnya.
AKBP Dionisius menegaskan pengamanan ini dilakukan untuk kepentingan bersama, bukan hanya kepentingan kepolisian atau pemerintah.
(Yan Mofu)











