Berita Papua, Sentani — Distrik di Wilayah Pembangunan 3 dan 4 Kabupaten Jayapura akan membangun satu “OBHE” atau rumah pameran gabungan untuk tampil di ajang Pentas Festival Danau Sentani tahun ini.
Hal itu disampaikan Ridwan Wijayanto, perwakilan panitia distrik, saat ditemui di Sentani Pada Senin 28 Juli 2026.
” Sesuai arahan pimpinan kita akan membangun satu OBHE yang mencakup distrik di wilayah 3. Rencananya ada 3 OBHE yang dibangun, yaitu wilayah 1 untuk Sentani dan Sentani Timur, wilayah 2, dan wilayah 3 gabung dengan wilayah 4,” ujar Ridwan.
Wilayah 3 dan 4 yang akan digabung meliputi Distrik Grime Nawa, Airu, Kaureh, dan Yapsi. Menurut Ridwan, OBHE tersebut berbeda dengan stan atau rumah adat yang disiapkan panitia utama.
“Ini rumah adat sendiri, tetapi nanti stan-stannya disiapkan oleh panitia. Di dalam OBHE nanti akan dijelaskan terkait budaya, filosofi ukiran, sejarah bangunan, dan bahan-bahannya. Karena OBHE ini terbuat dari bahan lokal alami yang langsung dibawa dari hutan di wilayah Grime,” jelasnya.
Untuk pentas seni, Ridwan menyebut pihaknya akan menampilkan tarian khas dari wilayah Grime, khususnya dari Suku Nimboran.
Sementara untuk kuliner, pihaknya akan menampilkan makanan khas lokal yang terkenal di wilayah tersebut.”Yang terkenal di wilayah Grime kan seperti, sayur lilin, dan masih banyak lagi,” kata Ridwan.
Terkait persiapan, Ridwan mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan para Kepala Kampung untuk menentukan sanggar tari dan pelaku UMKM yang akan tampil.
“Kepala Kampung yang tahu di sana ada sanggar-sanggar yang memang biasa siap tampil. Nanti kita seleksi juga untuk UMKM karena kita lihat situasi di Kalkote. Kalau stan terbatas ya kita atur jadwal gantian,” terangnya.
Ia menambahkan, durasi Festival Danau Sentani tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Jika biasanya 3 hari, tahun ini rencananya berlangsung hampir 1 bulan. Karena itu pengaturan jadwal penampilan dan stand UMKM akan diatur bergiliran.
“Masyarakat sudah diinformasikan terkait kesiapan ini sejak awal, termasuk saat jadwalnya sempat diundur,” tutup Ridwan.
Festival Danau Sentani merupakan agenda budaya tahunan terbesar di Papua yang menampilkan kekayaan seni, budaya, dan kuliner dari masyarakat di sekitar Danau Sentani.
(Yan Mofu)











