Kabupaten Jayapura

Sinergi Warga dan TNI Rindam XVII Ciptakan Kampung Yobeh Bersih Jelang Festival Budaya Adat

0
×

Sinergi Warga dan TNI Rindam XVII Ciptakan Kampung Yobeh Bersih Jelang Festival Budaya Adat

Sebarkan artikel ini
Tampak warga Kampung Yobeh bersama anggota TNI dari Rindam XVII Cenderawasih melakukan bersih-bersih di kampung Yobeh menjelang Festival Danau Budaya.

Berita Papua, Sentani — Warga Kampung Yobeh bersama anggota TNI dari Komando Resimen Induk Kodam (Rindam) XVII Cenderawasih menggelar kerja bakti bersama, Jumat (24/7/2026), guna memastikan lokasi Festival Budaya Masyarakat Adat Kampung Yobeh dalam kondisi bersih, rapi, aman, dan nyaman menjelang pelaksanaan acara

Kegiatan gotong royong ini difokuskan pada pembersihan sampah di area yang akan digunakan sebagai lokasi festival. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antara warga dengan anggota Rindam XVII.

“Kegiatan ini membuat warga dan TNI Rindam XVII semakin dekat. Solidaritas dan rasa kekeluargaan di Kampung Yobeh jadi makin kuat. Ini nilai yang paling penting untuk kampung kami,” ujar salah satu warga.

Kerja bakti ini dipimpin, Letnan Dua Inf Gasper Frans Imbiri. Dengan sinergi bersama warga, kebersihan dan keamanan lokasi festival terus dijaga hingga hari pelaksanaan nanti.

Festival Budaya Masyarakat Adat Kampung Yobeh rencananya digelar pada tanggal 31 Juli – 1 Agustus 2026. Persiapan fisik lokasi dilakukan jauh-jauh hari agar acara dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

Kordinator Tim Kerja Festival Budaya Masyarakat Adat Kampung Yobeh, Simson Nicki Mehue, Memastikan seluruh fasilitas pendukung sudah siap.”Aliran listrik, area parkir, jalur evakuasi, dan tempat sampah semua sudah dipastikan siap sedia,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun citra positif Kampung Yobeh.”Kami ingin menciptakan promosi dan citra Kampung Yobeh sebagai kampung yang bersih dan kompak. Sehingga para tamu dari luar dan sponsor melihat Kampung Yobeh sebagai kampung yang berbasis budaya dan adat yang berkompeten,” ujarnya.

Lebih lanjut, kerja bakti ini juga menjadi sarana edukasi nilai gotong royong kepada warga.”Kerja bakti ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kampung halaman,” tutupnya.

(Yan Mofu)