Berita Papua, Sentani — Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani, Abidik, S.Pd., M.Pd, Menggelar geladi bersih launching sistem absensi digitalisasi berbasis kartu pelajar, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan puncak acara yang akan berlangsung, Kamis (27/8/2026).
Kepala sekolah, Abidik dan pihak pengembang sistem menyampaikan, geladi bersih mencakup simulasi penggunaan kartu pada aplikasi absensi, penjemputan tamu undangan, hingga pemantapan teknis di Aula.
“Untuk launching besok, hari ini kita melakukan geladi bersih. Persiapannya mulai dari penjemputan tamu, kemudian bagaimana penggunaan kartu pada aplikasi absensi itu sendiri,” ujar perwakilan perusahaan saat memberikan arahan.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, siswa, dan panitia agar kegiatan launching berjalan lancar dan sukses.
“Intinya baik guru maupun murid kita berkolaborasi dan bekerja sama untuk memantapkan kegiatan untuk besok,” lanjut Abidik.
Dalam geladi bersih tersebut, perwakilan siswa dari berbagai jurusan langsung mempraktikkan penggunaan kartu pelajar untuk absensi digital.
Di antaranya:
1. Agnes Kadam – Kelas X Teknik Konstruksidan Perumahan (TKP)
2. Samuel M C Wally – Kelas X DesainPermodelan Informasi Bangunan (DPIB)
3. Rosa Payokwa – Kelas X Instalasi TenagaListrik (ITL)
4. Alfrida Tepmul – Kelas X Audio Video(AV)
5. Yohana Palo – Kelas X ITL
6. Jek Monim – Kelas X Las
7. A. Dika Aprianto Raweyai – Kelas X TeknikBisnis Sepeda Motor (TBSM)
8. Yowe Gwijangge – Kelas X TeknikKendaraan Ringan (TKR)
9. Jek Steven Suebu – Kelas X TeknikKomputer Jaringan (TKJ)
Puncak launching pada Kamis 27 Agustus 2026 akan diisi dengan pembukaan, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari Pemerintah Daerah atau yang mewakili sekaligus membuka secara resmi sistem absensi digital. Acara akan disaksikan orang tua siswa dan ditutup dengan foto bersama.
Sistem absensi digital ini diharapkan dapat mempermudah pencatatan kehadiran serta meningkatkan kedisiplinan guru dan siswa di lingkungan SMKN 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani.
“Dengan adanya kartu digital ini, proses absensi lebih cepat, akurat, dan transparan,” tutup perwakilan sekolah.
(Yan Mofu)











