BeritaPapua.co, Jayapura — Pemerintah Kota Jayapura melalui dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendorong agar sekolah kampung bakalan digelar pada tahun depan.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku kepada awak media di kampung Skouw Mabo, Kamis (3/8) saat gelaran penulisan kamus bahasa Skouw mulai dilakukan.
Program sekolah Kampung juga bakal diterapkan di semua kampung di wilayah pemerintahan kota Jayapura.
Menurut dia, inti dari lahirnya sekolah kampung itu guna untuk melestarikan bahasa daerah dari kampung tersebut.
“Materi yang diajarkan dalam sekolah kampung itu yakni 8 objek pemajuan kebudayaan yang bakal diajarkan adalah orang asli kampung itu sendiri yang pintar berbahasa dan bisa mengajarkan,” ungkapnya.
Bahkan dia mengungkap bahwa tenaga pendidik juga diambil dari dalam Kampung itu sendiri.
“Guru itu akan direkrut oleh kepala kampung, pembayaran honor itu diberikan oleh kepala kampung, tempat pendidikan juga kepala kampung yang siapkan,” Imbuhnya.
Tak hanya itu, kata Grace semua proses pembelajaran dalam sekolah Kampung hanya menggunakan bahasa daerah setempat.
“Jadi, apa yang diajarkan itu cara masak, makanan tradisional tetapi begitu masuk proses pembelajaran menggunakan bahasa ibu, tidak boleh ada bahasa Indonesia disitu. Sehingga kita mau supaya anak-anak penutur pasif yang ada di kampungnya bisa melestarikan,” bebernya.
Ia juga menyebut bahwa materi yang diajarkan dalam sekolah Kampung yakni, makanan tradisional, tari-tarian, menyanyi, pengobatan tradisional, kehidupan-kehidupan lokal, mata pencaharian, upacara adat semuanya dengan menggunakan bahasa daerah setempat.
“Siswa yang mengikuti sekolah ini berusia antara 10-18 tahun anak-anak di kampung itu, anak anak kelas 5 sekolah dasar sampai dengan kelas tiga SMA,” ungkapnya.
(Renaldo Tulak)











