Berita Papua, Sarmi — Kepala Suku Manirem sekaligus Ondoafi Kampung Keder, Billy Kreeuw, menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada warga adat Kabupaten Sarmi menyusul rentetan aksi gangguan keamanan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya.
Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2026), pukul 12.30 WIT hingga selesai.
Billy Kreeuw mengatakan pihaknya prihatin atas rangkaian gangguan keamanan yang terjadi di Jayawijaya, yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat adat di Kabupaten Sarmi agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial,” ujar Billy Kreeuw.
Ia meminta masyarakat tetap tenang, menjaga hubungan kekeluargaan, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan.
Billy Kreeuw juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing.
“Apabila menemukan adanya informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, hendaknya disampaikan kepada pihak yang berwenang melalui jalur yang tepat dan tidak mengambil tindakan sendiri,” katanya.
Menurutnya, kondisi keamanan yang kondusif merupakan faktor penting dalam mendukung kehidupan masyarakat serta keberlangsungan program pembangunan, termasuk upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis kampung dan lumbung desa.
Melalui momentum Hari Tani Nasional, Billy Kreeuw mengajak masyarakat mengedepankan persatuan, gotong royong, musyawarah, dan kedamaian.
“Jangan sampai persoalan keamanan maupun informasi yang tidak benar memecah hubungan antarmasyarakat dan menghambat pembangunan di Tanah Papua,” tegasnya.
Sebagai Kepala Suku Manirem sekaligus Ondoafi, Billy Kreeuw mengajak seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, menghormati hukum yang berlaku, memperkuat komunikasi antarwarga, serta menciptakan suasana aman dan kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pertanian, ekonomi, dan kehidupan sosial dengan baik.
“Mari kita jaga Sarmi tetap aman, damai, dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat bekerja, bertani, dan membangun kampung untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











