Berita Papua, Sentani — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jayapura terus menggencarkan Operasi Zebra 2025 yang memasuki hari ketiga pelaksanaan pada Rabu (19/11/2025). Operasi penertiban lalu lintas yang dilakukan secara humanis dan persuasif ini bertujuan meningkatkan disiplin serta keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Jayapura.
Hasil operasi hari ketiga menunjukkan pengendara sepeda motor masih mendominasi pelanggaran lalu lintas dengan total 25 kasus yang tercatat. Dari jumlah tersebut, 1 pelanggaran ditindak dengan tilang, sementara 24 pelanggaran lainnya diberikan teguran.
Berdasarkan data yang dihimpun Satlantas Polres Jayapura, jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara roda dua sangat beragam. Pelanggaran tidak menggunakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia) tercatat paling tinggi dengan 10 pelanggar.
Pelanggaran lainnya meliputi pengendara yang melawan arus sebanyak 4 orang, menggunakan handphone saat berkendara 1 orang, berkendara di bawah umur 3 orang, berboncengan lebih dari satu orang 2 orang, serta pelanggaran lainnya sebanyak 4 orang.
Sementara itu, untuk kendaraan roda empat, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran pada pelaksanaan operasi hari ke-3 ini.
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatey, S.I.K melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Jayapura AKP Robertus Rengil menyampaikan keprihatinannya terkait tingginya angka pelanggaran yang ditemukan pada hari ketiga operasi.
“Hari ke-3 Operasi Zebra 2025 menunjukkan bahwa pelanggaran lalu lintas, khususnya pada pengendara roda dua, masih cukup tinggi. Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada pengendara agar lebih memprioritaskan keselamatan,” ujar AKP Robertus Rengil.
Ia menekankan bahwa pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan tersebut sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang dapat mengancam keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Kasat Lantas menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus meningkatkan upaya preemtif dan preventif selama operasi berlangsung. Pendekatan tidak hanya bersifat represif dengan penilangan, tetapi juga edukatif untuk mengubah perilaku pengendara.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan dan kelengkapan berkendara. Keselamatan adalah prioritas utama. Mari bersama menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya demi mengurangi angka kecelakaan,” tutup Kasat Lantas.
Operasi Zebra 2025 akan terus berlanjut hingga waktu yang telah ditentukan dengan fokus pada penegakan disiplin berlalu lintas dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
Polres Jayapura berharap dengan adanya operasi ini, masyarakat semakin sadar untuk mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang masih mendominasi angka pelanggaran.
(Yan Mofu)











