Berita Papua, Jayapura — Pemeriksaan malaria di masyarakat perlu dijangkau lebih luas agar kasus malaria dapat ditemukan lebih dini dan segera diobati.
Untuk mendukung upaya tersebut, sebanyak 30 kader Juru Malaria Desa (JMD) di Kota Jayapura telah mengikuti pelatihan selama lima hari yang diselenggarakan Program Malaria Perdhaki Wilayah Keuskupan Jayapura-1 melalui SSR Yayasan Dian Harapan Papua.
Pelatihan yang berlangsung sejak tanggal 12 sampai 16 Oktober 2026 di salah satu hotel di kota Jayapura ini dilakukan untuk mempersiapkan kader agar mampu melakukan pemeriksaan malaria di wilayah kerjanya masing-masing.
Ketua panitia pelatihan, Ernesto Yahanes Natylo mengatakan penambahan kader diperlukan untuk memperluas jangkauan pelayanan, terutama dalam menemukan kasus serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
Disampaikan bahwa jumlah kader malaria di Kota Jayapura saat ini berjumlah 184 orang. Penambahan 30 kader baru diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian malaria, khususnya di wilayah yang membutuhkan jangkauan pelayanan.
“Penambahan kader malaria sangat penting untuk upaya percepatan pengendalian malaria, khususnya di Kota Jayapura. Dengan adanya kader baru, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat dijangkau sehingga penemuan kasus malaria bisa dilakukan lebih dini,” ujar Ernesto.
Sementara itu, Alfa Womsiwor salah satu peserta pelatihan dari wilayah kerja Puskesmas Abepura yang merupakan mahasiswa Analis Teknologi Laboratorium Medik (ATLM D-lV) dok dua, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.
“Selama lima hari mengikuti pelatihan, banyak ilmu yang saya dapatkan. Saya juga belajar secara langsung bagaimana melakukan pemeriksaan malaria dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Alfa.
Ia berharap, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan saat terlibat dalam kegiatan pemeriksaan dan edukasi malaria di masyarakat.
(Yan Mofu)











