Berita Papua, Jayapura — Ribuan pendukung dari berbagai tim nasional peserta Piala Dunia 2026 memadati ruas jalan di Kota Jayapura dalam konvoi pawai merah putih yang digelar Barisan Merah Putih (BMP) RI, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat sportivitas, budaya, dan kepedulian sosial ini secara resmi dibuka Pemerintah Kota Jayapura di Expo Waena, dengan rute mengitari Abepura, Kotaraja, Waena dan sekitarnya.
Konvoi yang dikawal patroli kepolisian ini diikuti oleh komunitas mobil hardtop, komunitas motor, serta ribuan pendukung fanatik dari berbagai negara.
Asisten II Pemerintah Kota Jayapura, Abdul Majid, yang mewakili wali kota, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan berbagai komunitas.
“Semangat mendukung olahraga hendaknya tidak hanya menjadi ajang memberikan dukungan kepada tim favorit, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperluas persahabatan, serta menumbuhkan sportivitas dan rasa saling menghormati di tengah masyarakat,” ujarnya.
Abdul Majid juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar konvoi, melainkan simbol nyata persatuan dan cinta tanah air.
“Mari kita jadikan konvoi merah putih ini sebagai simbol persatuan, kepedulian, dan cinta kebudayaan kita,” ajaknya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Jayapura, yang dikenal sebagai miniatur Indonesia.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Merah Putih (BMP) RI Kota Jayapura, Bobby Awi, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari euforia Piala Dunia 2026 yang bertujuan merangkul semua elemen pemuda.
“Tujuan utamanya yaitu untuk merangkul semua elemen pemuda yang ada di Kota Jayapura ini untuk sama-sama kita mengawal Kota Jayapura yang aman, nyaman untuk kita tinggalin, kita tempati,” imbuhnya.
Kata Bobby, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada konvoi. Setelah itu, panitia menggelar Pentas Seni Budaya Port Numbay sebagai bentuk pelestarian budaya lokal, serta bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan pembagian sembako.
Bobby Awi menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan meliputi tes gula darah, pemeriksaan lengkap, hingga tes HIV. Sebanyak 100 penerima manfaat dari kalangan disabilitas dan 50 penjual pinang di kawasan Hexboy menerima bantuan sembako.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Sulce Nega, seorang penjual ikan dari Kampung Puay, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami bersyukur kalau ada bantuan dari Merah Putih yang sudah membantu kami beras dan sembako yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap BMP dapat memajukan Papua dan terus memberikan bantuan sembako kepada nama-nama Papua yang berdagang.
“Harapan kami untuk Barisan Merah Putih terus maju, untuk memajukan Papua ini ke depan,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











