Berita Papua, Jayapura — Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPP BMP RI) bersama Pemerintah Kota Jayapura menggelar kerja bakti bersama warga di Kelurahan Wai Mhorock, Kota Jayapura, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan ini ditujukan untuk membersihkan lingkungan yang terdampak banjir beberapa hari sebelumnya.
Dalam kegiatan ini BMP juga membagikan 150 paket sembako kepada warga terdampak.
Apel kerja bakti dilaksanakan di Papua Youth Creative Hub (PYCH). Area pembersihan membentang dari PYCH sepanjang jalan menuju lampu lalu lintas Tanah Hitam hingga kawasan Kali Acay.
Ketua DPP BMP RI, Max Abner F. Ohee, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian BMP terhadap warga yang terkena banjir. BMP juga menerjunkan 50 personel dalam kegiatan bersih-bersih tersebut.
“Kita BMP membantu warga masyarakat terdampak banjir beberapa hari lalu di Kota Jayapura, khususnya di Kelurahan Wai Mhorock,” ujarnya.

Max menyebut BMP telah berkoordinasi dengan pemerintah sebelum kegiatan digelar. Menurutnya, BMP berposisi sebagai organisasi mitra pemerintah.
Selain membagikan 150 paket sembako, BMP mengajak warga membersihkan lingkungan, termasuk selokan yang tersumbat.
“BMP memberi 150 paket sembako kepada warga terdampak dan kita mengajak warga untuk bersihkan lingkungan, selokan-selokan yang tersumbat itu kita bersihkan,” katanya.
Ia berharap kolaborasi serupa dengan pemerintah kota, distrik, dan pihak lain terus berlanjut. BMP, kata dia, akan terus mendukung program Pemkot Jayapura “dalam membangun dan menjaga kota bersih, aman, dan nyaman”.
Sementara itu, Wakil Walikota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta kerja bakti.
Ia menyebut kegiatan tersebut digagas oleh Barisan Merah Putih untuk membersihkan sampah yang terbawa banjir di sekitar Kelurahan Wai Mhorock.
Rustan membagi titik pembersihan kepada perangkat daerah dan unsur lain. Area hingga lampu merah Tanah Hitam ditugaskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD), sedangkan area ke arah Kali Acay dibagi antara kelurahan dan distrik, dibantu BMP dan masyarakat.
Dalam arahannya, Rustan menekankan bahwa persoalan kebersihan kota bersumber dari perilaku warga.
“Kota yang kotor itu bukan karena tidak disapu, tetapi karena warganya buang sampah sembarangan. “Tidak mungkin sapu mengejar sampah, tapi orang yang harus menahan diri,” imbuhnya.
Ia meminta warga tidak membuang sampah ke kali, got, saluran, maupun jalan.
“Buang pada tempatnya,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kebiasaan membuang bungkus minuman sembarangan meski tempat sampah telah tersedia.
Rustan meminta kepada setiap peserta agar setelah dibersihkan, sampah dimasukkan ke karung atau plastik dan dipastikan terangkat, bukan hanya dipinggirkan di tepi jalan atau got.
“Kebersihannya jangan pura-pura,” tegasnya.
Wakil Walikota itu mengingatkan kerja bakti tidak berhenti pada hari itu. Sesuai arahan wali kota, kerja bakti dilakukan setiap minggu pertama dan ketiga setiap bulan, di rumah, halaman, toko, maupun kantor masing-masing.
Ia meminta peserta berhati-hati dan melihat kiri-kanan saat menyeberang, karena kendaraan melaju kencang. Setiap OPD, kelurahan, dan distrik diminta memastikan keselamatan jajarannya, termasuk masyarakat.
“Ini rumah besar kita, sama-sama kita bersihkan,” pungkas Rustan.
(Renaldo Tulak)











