Berita Papua, Jayapura — Ondoafi Kampung Kayo Pulau, Nikolaus Youwe, meminta generasi muda tetap menjaga adat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan global.
Pesan itu disampaikan dalam bakti sosial memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di kediaman Ondoafi Kampung Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Selasa (27/10/2026).
Dihadiri para anak muda, Bakti Sosial ini mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”.
Youwe menegaskan pemuda tidak boleh menutup diri dari perubahan. Ia menyinggung teknologi komunikasi dan kecerdasan buatan (AI) yang kian mengambil peran dalam pekerjaan manusia.
“Mengikuti perkembangan, beradaptasi dengan keadaan dan perubahan global itu wajib. Karena kalau tidak mengikuti, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Namun menurut dia, ada hal yang tidak boleh ditinggalkan. “Sebagai seorang pemuda, wajib tetap menjaga adat istiadat. Karena itu jati diri, karena itu identitas,” katanya.
Ia juga mengingatkan pemuda agar tidak menelan semua perubahan. “Tidak semua harus diikuti. Harus ada filter,” tegasnya.
Youwe mengutip pesan para orang tua yang menurutnya menjadi nilai dasar kehidupan kampung: setiap perbuatan dan perkataan tidak boleh menyinggung orang lain. Ia mengibaratkannya dengan menebang pohon di hutan, yang tidak boleh sampai menimpa pohon lain.
“Kembali ke akar budaya,” ujarnya.
Menurut Youwe, orang yang menjaga adat dan tumbuh sebagai anak adat akan tetap membawa identitasnya ke mana pun pergi, baik di kampung maupun di Jakarta.
Youwe mengajak pemuda terus menjaga persatuan dan saling membantu, baik di kampung, kampus, maupun lingkungan kerja. Ia meminta mereka saling menghormati sesama yang berbeda suku, bangsa, ras, dan agama, serta menghargai orang tua. Menurutnya, adat adalah warisan yang harus dipelihara “selama hayat masih dikandung badan”.
Ia memperingatkan akibat bila adat ditinggalkan. “Kalau sampai itu hilang, kita menjadi orang-orang yang tidak punya arah,” katanya.
Kepada para pemuda, Youwe menyilakan mereka menempuh jalan masing-masing, “yang kerja, kerja, yang kuliah, kuliah”, asalkan tetap menjaga martabat sebagai anak adat kampung.
Youwe menjelaskan bakti sosial itu lebih bersifat kegiatan sosial. Paket sembako disiapkan khusus untuk pemuda. Ia menyebut bantuan serupa sebelumnya lebih sering diberikan kepada orang tua.
“Anak-anak muda juga perlu mendapat kebahagiaan,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, tokoh muda Perempuan, Violeta Youwe membacakan Deklarasi Pemuda Papua Damai dan teks Ikrar Sumpah Pemuda yang diikuti warga, disusul pembagian sembako.
(Renaldo Tulak)











