Berita Papua, Jayapura — Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, George Arnold Awi, mengajak generasi muda Papua menjaga adat, merawat persatuan, dan menyelesaikan setiap persoalan lewat dialog.
Ajakan itu ia sampaikan dalam bakti sosial bersama tokoh adat untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026 di kediaman Ondoafi di Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Selasa (27/10/2026).
Dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat dan Pemuda, Bakti Sosial ini mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”.
George Awi menegaskan peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada seremonial. “Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum untuk mengingat kembali semangat persatuan dan perjuangan para pemuda Indonesia,” ujarnya.
Sebagai Tokoh adat Nafri, kata Awi, warga punya tanggung jawab menjaga nilai adat, menghormati leluhur, dan mewariskan budaya kepada generasi muda.
“Adat bukan hanya warisan masa lalu, melainkan pedoman hidup yang mengajarkan kita tentang penghormatan, kebersamaan, tanggung jawab, dan perdamaian,” katanya.
Kepada anak muda Papua, Awi meminta mereka menjadi pelopor perubahan positif. Sebab menurutnya, pemuda harus mampu menjaga identitas budaya, menghargai perbedaan, menjauhi permusuhan, dan menyelesaikan persoalan lewat dialog dan musyawarah.
Ia mengingatkan agar perbedaan suku, marga, agama, maupun pandangan tidak menjadi alasan untuk saling membenci.
Perbedaan, lanjut dia, semestinya dijadikan kekuatan untuk membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
“Jangan sampai perbedaan suku, marga, agama, maupun pandangan menjadi alasan untuk saling membenci dan memecah belah persaudaraan,” tegasnya.
Awi juga meminta pemuda menghormati orang tua, mendengarkan nasihat tetua adat, dan aktif dalam kegiatan sosial serta pembangunan kampung. “Masa depan Papua berada di tangan generasi muda yang memiliki karakter, pendidikan, kepedulian sosial, dan semangat persatuan,” ujarnya.
Soal bakti sosial, Awi menyebut kegiatan tersebut sebagai bukti kepedulian dan kebersamaan. “Persatuan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti membantu sesama, memperhatikan masyarakat yang membutuhkan, menjaga lingkungan, dan mempererat hubungan kekeluargaan,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar saat Hari Sumpah Pemuda, tetapi terus dilakukan sebagai tanggung jawab bersama membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Awi menyebut LMA Port Numbay berperan menjaga nilai adat, memperkuat komunikasi antara tokoh adat dan generasi muda, serta mendorong penyelesaian masalah masyarakat secara kekeluargaan, lewat dialog dan musyawarah.
Ia juga mengajak semua pihak menjaga tanah adat dan menghormati hak masyarakat adat. “Kita ingin agar anak-anak Papua tumbuh dalam suasana damai, memperoleh kesempatan untuk belajar dan berkembang, serta memiliki masa depan yang lebih baik,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Awi menyerukan agar pemuda tidak pasif. “Jangan hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi jadilah bagian dari solusi bagi setiap persoalan yang dihadapi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat meneguhkan semboyan “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia.”
Selain pidato, tokoh muda setempat membacakan Deklarasi Pemuda Papua Damai dan naskah Ikrar Sumpah Pemuda, yang diikuti warga. Di sela kegiatan, Ketua LMA Port Numbay juga membagikan sembako kepada masyarakat.
(Renaldo Tulak)











