Kota Jayapura

Kepala Suku Muttang Skouw Sae: Sumpah Pemuda Harus Hidup dalam Tindakan Nyata

0
×

Kepala Suku Muttang Skouw Sae: Sumpah Pemuda Harus Hidup dalam Tindakan Nyata

Sebarkan artikel ini
Tampak Bakti Sosial di kediaman Kepala Suku Muttang Kampung Skouw Sae, Eduard Muttang.

Berita Papua, Jayapura — Kepala Suku Muttang Kampung Skouw Sae, Eduard Muttang, mengajak generasi muda Papua menghidupkan semangat Sumpah Pemuda lewat perbuatan sehari-hari.

Ajakan itu disampaikan saat bakti sosial di kediamannya di Kampung Skouw Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda ini mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan dan Membangun Kampung Damai, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia”.

Dalam sambutannya, Eduard Muttang menekankan bahwa peringatan Sumpah Pemuda menjadi saat tepat untuk mengingat kembali persatuan, kebersamaan, dan tanggung jawab membangun masyarakat serta bangsa.

“Sebagai tokoh adat, saya ingin menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar sejarah, tetapi merupakan semangat yang harus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan suku, bahasa, dan budaya bukanlah penghalang untuk bersatu,” tegasnya.

Menurutnya, generasi penerus memikul tanggung jawab menjaga persatuan itu.

Kepada anak muda, ia berpesan agar menghormati orang tua, menghargai tokoh adat, dan menjaga budaya. Ia mengingatkan bahwa adat membawa nilai yang perlu terus dipegang.

“Adat mengajarkan kita tentang kebersamaan, saling menghormati, gotong royong, dan hidup dalam kedamaian. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita melupakan identitas dan jati diri sebagai masyarakat yang memiliki adat dan budaya,” ujarnya.

Eduard Muttang menyebut bakti sosial sebagai cara membuktikan semangat Sumpah Pemuda lewat tindakan.

“Melalui kegiatan bakti sosial ini, mari kita buktikan bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti membantu sesama, menjaga kebersihan lingkungan, dan membangun hubungan yang baik antara pemuda, tokoh adat, serta masyarakat,” katanya.

Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh pemuda dan warga terus menjaga persatuan dan menghormati adat istiadat demi masa depan yang lebih baik.

“Ingatlah bahwa pemuda adalah penerus masa depan, sedangkan adat merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga,” pungkasnya.

Di sela bakti sosial, masyarakat yang hadir membacakan naskah Sumpah Pemuda secara bersama-sama.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *