Berita Papua, Jayapura — Tokoh Pemuda Kampung Waena yang juga Ketua Karang Taruna Kampung Waena, Costan Modouw, menyerukan pentingnya Deklarasi Pemuda Papua Damai.
Imbauan itu disampaikan dalam bakti sosial yang digelar bersama tokoh adat dan pemuda di kediaman Kepala Suku Modouw, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, Costan membacakan isi Deklarasi Pemuda Papua Damai di hadapan warga yang hadir.
Deklarasi itu memuat 4 komitmen utama pemuda-pemudi Papua. “Kami, pemuda-pemudi Papua, generasi penerus bangsa, dengan penuh kecintaan yang mendalam terhadap tanah air Indonesia. Pada hari ini 22 Oktober 2026, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, menyatakan komitmen kami,” demikian petikan deklarasi yang dibacakan Costan.
Komitmen pertama, pemuda Papua menyatakan senantiasa setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas tanah Papua.
Kedua, menolak segala bentuk kekerasan dan provokasi yang mengancam kedamaian di atas tanah Papua.
Ketiga, menjadi motor penggerak dalam menyukseskan program pembangunan nasional demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Keempat, menjunjung tinggi toleransi, menghargai nilai-nilai adat dan budaya Papua, serta memperkuat persaudaraan antar generasi muda Papua.
Setelah membacakan deklarasi, Costan juga membacakan ikrar Sumpah Pemuda yang diikuti oleh warga yang hadir. Ikrar itu berbunyi: “Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”
Kegiatan bakti sosial ituKepala Suku Modouw, Korneles Gustav Modouw membagikan paket sembako kepada warga setempat.
Namun, momen tersebut dimanfaatkan oleh pemuda untuk menegaskan komitmen perdamaian dan persatuan di tanah Papua.
Dengan deklarasi ini, pemuda Kampung Waena berharap semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata menjaga kedamaian, menghormati adat, dan mendukung pembangunan di Papua.
(Renaldo Tulak)











