Berita Papua, Sentani — Tokoh adat Sentani menilai sanksi yang dijatuhkan PSSI kepada Persipura Jayapura terlalu berat dan ia meminta PSSI meninjau ulang keputusan tersebut demi keadilan.
Sanksi berupa larangan pertandingan tanpa penonton plus denda ratusan juta rupiah dinilai dapat mengorbankan masa depan klub kebanggaan tanah Papua itu.
Tokoh adat Sentani, Ramses Wally, di Sentani, Sabtu (16/5/2026), menyatakan bahwa sanksi tersebut perlu dipertimbangkan kembali setelah mengkaji secara utuh faktor penyebab kerusuhan yang terjadi pada 8 Mei lalu.
“Ya bagi saya, sanksi yang diberikan PSSI untuk Persipura itu sanksi yang cukup berat dan saya rasa perlu dipertimbangkan lagi demi keadilan,” ujar Ramses.
Menurutnya, kerusuhan saat laga melawan Adhyaksa FC tidak muncul tanpa sebab. Ia mengidentifikasi 2 faktor utama yang seharusnya menjadi bahan pertimbangan hukum sebelum sanksi dijatuhkan.
Faktor pertama, kata Ramses, adalah dugaan kuat adanya praktik mafia bola yang berlangsung sepanjang kompetisi Liga 2. Faktor kedua adalah kepemimpinan wasit yang dinilainya tidak adil dan tidak jujur dalam memimpin pertandingan.
“Wasit juga tidak adil dan tidak jujur dalam kepemimpinannya sehingga membuat seakan-akan dia miring kepada Persipura dan dia mau memenangkan Adhyaksa saja. Itu sangat terjadi beberapa hal sejak pertandingan digulir, dari babak pertama sampai babak kedua,” jelasnya dengan tegas.
Ramses meminta PSSI tidak serta-merta menjatuhkan hukuman tanpa melihat sebab-akibat. Ia menyoroti sanksi larangan bermain tanpa penonton akan mematikan sumber pendapatan utama Persipura.
“Jangan berikan sanksi saja seakan-akan memberatkan Persipura. Bagaimana harus bermain baru tanpa penonton. Terus kalau tanpa penonton berarti sumber penghasilan Persipura dari mana?” katanya.
Ia menegaskan bahwa penjualan tiket kepada penonton adalah urat nadi pendapatan klub. Dengan sanksi tersebut, beban finansial Persipura menjadi semakin berat.
“Kalau Persipura merasa ini beban yang mengorbankan club dan pemerintah pusat dalam hal ini PSSI juga tidak mau mengorbankan Persipura, maka ini tergantung kembali kepada Persipura untuk memperhatikan untung ruginya,” ujar Ramses.
Di akhir pernyataannya, tokoh adat Sentani itu berharap PSSI bersikap adil dan tidak mengorbankan Persipura pada musim-musim berikutnya.
“Saya minta kepada PSSI agar sanksi yang diberikan itu juga harus dipikirkan secara baik dan harus diberikan sanksi yang seadil-adilnya. Jangan korbankan Persipura,” tegasnya.
(Yan Mofu)











