BeritaPapua.co, Jayapura — Menanggapi dinamika soal penolakan terhadap Penjabat (PJ) Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah, Ketua Lintas Suara Intelektual Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), Nius Jikwa angkat bicara.
Nius Jikwa mengatakan, penunjukkan Manogar Sirait sebagai PJ Bupati Mamteng sudah sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Nius mengungkap bahwa penunjukan 3 nama usulan calon PJ Bupati Mamteng yakni, Mesir Yikwa, Amar Pagawak dan Manogar Sirait telah melalui proses di lembaga DPR Mamteng didorong ke Mendagri.
“Menteri Dalam Negeri telah mengambil keputusan sesuai dengan aturan yaitu bapak Manogar Sirait yang layak memimpin BJ bupati Kabupaten Mamberamo Tengah karena beliau sudah memenuhi syarat formal administrasi sementara teman-teman yang lainnya tidak memenuhi syarat,” tegasnya kepada awak media Berita Papua di Jayapura, Selasa (26/9/23).
Sehingga dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Mamberamo Tengah untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Pada akhirnya nanti akan mengacau balaukan situasi dalam tatanan kehidupan masyarakat Mamberamo Tengah,” tegasnya.
Ketua Lintas Suara Intelektual Kabupaten Mamberamo Tengah meminta kepada pihak yang tidak lolos agar tidak mempengaruhi masyarakat untuk melakukan demonstrasi.
“Kita harus menerima keputusan Mendagri karena keputusan tertinggi ada di tangan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Kami tidak bisa melawan itu kalau ada yang melawan berarti itu melawan hukum,” tandasnya.
Nius meminta kepada semua pihak agar tetap menerima keputusan yang diambil oleh Mendagri.
“Jadi saya sampaikan kepada seluruh masyarakat dan intelektual Kabupaten Mamberamo Tengah harus menerima keputusan ini secara baik dan harus sambut beliau datang ke Memberamo Tengah untuk membangun Mamberamo Tengah,” ujarnya.
Dia meminta kepada para mahasiswa yang ada di kota studi Jayapura maupun di luar Papua untuk jangan terpengaruh untuk melakukan demo penolakan terhadap Manogar Sirait sebagai PJ Bupati.
“Kenapa Anda harus menolak Pak manogar Sirait karena ini keputusan dari Menteri Dalam Negeri. Jadi mahasiswa harus belajar aturan baik-baik, jangan terpengaruh dengan oknum-oknum yang sementara dorong untuk adik-adik mahasiswa harus turun di jalan dan demo. Tidak boleh adek-adek mahasiswa harus independen dan harus melihat sisi aturannya yang benar. Siapa yang layak dan siapa yang tidak. Pahami aturan baru kita bicara atau demo,” bebernya.
Nius juga kembali mengajak seluruh masyarakat maupun mahasiswa untuk menerima keputusan Mendagri.
“Kalau ada yang melawan, kalau ada yang menolak berarti anda melawan Pemerintah, dan anda melawan Mendagri. Jadi dari sisi aturan harus dipahami baik-baik,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











