Berita Papua, Karubaga — Tokoh Adat Kabupaten Tolikara, Fiktor Kogoya, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Imbauan tersebut disampaikan Fiktor Kogoya di kediamannya di Jalan Koramil, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (24/7/2026).
Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat menyikapi secara bijaksana isu mengenai rencana aksi unjuk rasa bertajuk “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” yang dikaitkan dengan KNPB, serta menyampaikan kecaman terhadap aksi pembunuhan yang menewaskan tiga Orang Asli Papua (OAP) dan seorang anggota Polri di Kabupaten Yahukimo.
Menurut Fiktor, Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.
“Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua merupakan prioritas pemerintah, termasuk di Kabupaten Tolikara. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mendukung pembangunan,” ujar Fiktor.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada terciptanya situasi keamanan yang kondusif. Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi fondasi utama agar berbagai program pemerintah dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Fiktor juga mengajak masyarakat mendukung berbagai Program Strategis Nasional (PSN) yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Program-program tersebut antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes), Sekolah Rakyat, serta berbagai program pembangunan lainnya.
“Mari kita dukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat. Program seperti MBG, Kopdes, Sekolah Rakyat, dan berbagai program strategis lainnya harus kita sukseskan bersama demi masa depan generasi Papua,” katanya.
Terkait berkembangnya informasi mengenai rencana aksi unjuk rasa, Fiktor mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya maupun terpengaruh oleh berbagai provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menilai kehadiran aparat TNI dan Polri memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sehingga roda pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan, serta aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan baik.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Tolikara agar tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mari kita jaga persatuan dan keamanan agar pembangunan dapat terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Fiktor juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo. Ia mengutuk aksi pembunuhan yang mengakibatkan meninggalnya tiga Orang Asli Papua (OAP) dan seorang anggota Polri, serta berharap seluruh persoalan diselesaikan melalui cara-cara damai sesuai hukum yang berlaku.
“Saya mengutuk aksi pembunuhan yang mengakibatkan meninggalnya tiga Orang Asli Papua dan satu anggota Polri di Kabupaten Yahukimo. Kekerasan bukanlah jalan penyelesaian. Papua membutuhkan kedamaian agar masyarakat dapat hidup dengan aman dan sejahtera,” ujarnya.
Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Fiktor mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tolikara yang dikenal sebagai Kota Injil untuk terus memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis.
Menurutnya, keamanan merupakan modal utama bagi berlangsungnya aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, perekonomian, hingga kehidupan sosial masyarakat. Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Papua yang aman dan sejahtera.
“Mari kita jaga bersama Papua, khususnya Kabupaten Tolikara. Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan. Sebentar lagi kita akan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita rayakan dengan penuh sukacita, menjaga kamtibmas, dan menunjukkan bahwa Tolikara adalah daerah yang damai, aman, dan siap membangun masa depan yang lebih baik,” tutup Fiktor.
(Yoas Tabuni)











