Papua

Natal Jurnalis, Kristian Ansaka: Kita Harus Berani Mengungkap Kebenaran, Meskipun Pahit

0
×

Natal Jurnalis, Kristian Ansaka: Kita Harus Berani Mengungkap Kebenaran, Meskipun Pahit

Sebarkan artikel ini
Senior Jurnalis, Kristian Ansaka.

Berita Papua, Jayapura — Senior Jurnalis Papua, Kristian Ansaka, menegaskan pentingnya keberanian jurnalis dalam mengungkap kebenaran demi kebaikan bersama, meskipun kebenaran tersebut terasa pahit.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam perayaan Natal dan Tahun Baru Jurnalis Papua yang digelar di Ballroom Hotel Suni Sentani, Sabtu (24/1/2026).

Dalam sambutannya, Kristian menekankan bahwa jurnalis memiliki peran strategis sebagai pembawa kabar baik, kebenaran, dan harapan kepada keluarga dan masyarakat.

“Sebagai jurnalis, kita memiliki peran penting dalam membawa kabar baik, kebenaran, dan harapan kepada keluarga dan masyarakat. Kita dipanggil untuk menjadi cahaya di tengah-tengah kegelapan, untuk menyebarkan kasih dan kebenaran Allah,” ujar Kristian.

Kristian mengingatkan bahwa di era digital, jurnalis memiliki akses yang luas untuk menyebarkan informasi. Namun, akses tersebut juga harus diimbangi dengan tanggung jawab besar.

“Dalam era digital ini, kita memiliki akses yang luas untuk menyebarkan informasi. Namun, kita juga harus ingat bahwa kita bertanggung jawab untuk menyebarkan kebenaran dan tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Kristian menguraikan empat makna Natal yang harus dihayati oleh para jurnalis dalam menjalankan tugas profesionalnya.

Pertama, Natal adalah tentang kabar baik. “Kita, sebagai jurnalis, memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kabar baik kepada masyarakat, terutama kabar tentang kasih dan harapan yang dibawa oleh kelahiran Yesus Kristus,” katanya.

Ke-2, Natal adalah tentang kebenaran. Ini menjadi poin utama yang ditekankan Kristian. “Kita harus berani mengungkap kebenaran, meskipun pahit, demi kebaikan bersama. Kebenaran adalah fondasi dari masyarakat yang adil dan sejahtera,” tegasnya dengan tegas.

Ke-3, Natal adalah tentang harapan. Menurut Kristian, di tengah tantangan dan kesulitan hidup, jurnalis harus mampu memberikan harapan kepada masyarakat. “Harapan adalah energi yang akan membangkitkan semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Ke-4, Natal adalah tentang keluarga. Kristian menekankan peran jurnalis sebagai penghubung. “Kita harus menjadi jembatan yang menghubungkan keluarga-keluarga, mempererat tali persaudaraan, dan menyebarkan nilai-nilai kasih dan kebersamaan,” ujarnya.

Kristian juga mengajak seluruh jurnalis Papua untuk meningkatkan kualitas diri di momen Natal dan Tahun Baru.

“Di momen Natal dan Tahun Baru ini, mari kita tingkatkan kualitas diri kita sebagai jurnalis. Mari kita menjadi pembawa kabar baik, kebenaran, dan harapan bagi keluarga dan masyarakat. Mari kita jadikan profesi kita sebagai ladang pelayanan untuk kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan sesama,” pungkasnya.

Perayaan Natal dan Tahun Baru Jurnalis Papua ini menjadi momentum penting bagi para insan pers di Tanah Papua untuk merefleksikan peran mereka dalam masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi dan solidaritas sesama jurnalis.

Kristian Ansaka dikenal sebagai salah satu jurnalis senior yang konsisten menulis dari era tahun 80an hingga saat ini.

(Renaldo Tulak)