Papua

Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Idul Fitri 1447 H, Gubernur Papua Sidak ke Hypermart Mall Jayapura

0
×

Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Idul Fitri 1447 H, Gubernur Papua Sidak ke Hypermart Mall Jayapura

Sebarkan artikel ini
Tampak Gubernur Papua, Mathius Fakhiri didampingi Walikota Jayapura, Abisai Rollo saat melakukan Inspeksi Mendadak di Hypermart Mall Jayapura.

Berita Papua, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Hypermart yang berlokasi di Mall Jayapura, Selasa (17/3/2026) siang.

Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah serta sebagai upaya pengendalian inflasi di daerah.

Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, yang memimpin langsung sidak tersebut, menyebut bahwa pasar modern seperti Hypermart memiliki peran penting dalam menyediakan kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.

“Pasar modern ini bisa menyiapkan ketersediaan bahan pokok dalam menghadapi hari raya keagamaan, mulai dari memasuki bulan puasa hingga nanti tanggal 20. Kami tunggu himbauan pemerintah. Stok itu ada di 2 pasar ini, baik modern maupun tradisional, sehingga tersedia untuk masyarakat berbelanja,” ujar Fakhiri disela-sela sidak.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Gubernur mengapresiasi adanya sejumlah harga bahan pokok yang cenderung turun.

Ia berharap kondisi ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya umat Muslim yang akan merayakan Idul Fitri, serta para wisatawan yang berlibur ke Kota Jayapura.

“Kami lihat ada harga-harga yang diturunkan. Mudah-mudahan dengan kemampuan keuangan masyarakat, ini bisa dimanfaatkan untuk berbelanja persiapan hari raya. Tidak hanya umat muslim, masyarakat yang berlibur ke Jayapura juga bisa berbelanja baik di pasar tradisional maupun pasar modern,” tambahnya.

Fakhiri menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan stok tidak hanya saat Idul Fitri, tetapi juga hingga dua pekan setelahnya. Ia meminta para distributor dan pelaku usaha memastikan gudang-gudang serta toko masih memiliki pasokan yang cukup.

“Ketersediaan bahan pokok ini tidak hanya sampai hari raya, tetapi setidaknya dua minggu setelah hari raya masih tersedia di gudang dan toko-toko, termasuk pasar. Ini untuk menjaga agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh kepala daerah, baik bupati maupun wali kota di Papua, untuk melakukan sidak serupa di wilayah masing-masing. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat kelangkaan barang.

“Saya beberapa waktu lalu sudah meminta semua kepala daerah turun melakukan hal yang sama, melaksanakan sidak ke pasar-pasar. Sehingga masyarakat bisa merasa aman dan nyaman tentang ketersediaan bahan pokok,” ungkapnya.

Salah satu tantangan yang disoroti adalah distribusi barang dari Jawa yang membutuhkan waktu tempuh kapal hingga 2 minggu. Fakhiri mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola pasar dan hotel, untuk menghitung kebutuhan dengan cermat agar pasokan dari luar daerah tidak terhambat.

“Stok dari Jawa masuk ke Papua butuh waktu satu minggu, kalau dihitung kapal pulang pergi berarti dua minggu perjalanan. Jadi harus dihitung oleh semua yang punya kepentingan, baik pasar, hotel, maupun lainnya, pastikan barang dari Jawa masuk tidak ada halangan,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)