Pariwisata

Ratusan Turis Mancanegara Kembali Kunjungi Kampung Yobeh, Belanja Kuliner dan Kerajinan Pakai Dolar

0
×

Ratusan Turis Mancanegara Kembali Kunjungi Kampung Yobeh, Belanja Kuliner dan Kerajinan Pakai Dolar

Sebarkan artikel ini
Tampak sejumlah turis mencoba kuliner ulat sagu dari Hanny Felle seorang pedagang di kampung Yobeh yang menjajakan kuliner khas Sentani.

Berita Papua, Sentani — Ratusan wisatawan mancanegara yang menggunakan kapal pesiar Le Soleal mengunjungi Kampung Yobeh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (31/10/2026). Mereka tiba di Pelabuhan Jayapura, lalu melanjutkan perjalanan ke Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih Kota Jayapura sebelum menuju Kampung Yobeh di pesisir Danau Sentani.

Kedatangan rombongan disambut tua-tua adat dan masyarakat dengan tari-tarian tradisional, tradisi penyambutan tamu di kampung tersebut. Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Nicky Simson Mehue mengatakan jumlah wisatawan sekitar 200-an orang.

“Ada 200-an orang yang datang. Ini merupakan agenda global pariwisata dunia, dan kita bersyukur Kampung Yobeh menjadi bagian untuk dikunjungi,” kata Nicky di sela-sela tugasnya sebagai koordinator tim pemandu.

Menurut Nicky, wisatawan berasal dari Perancis, Rusia, Spanyol, Amerika, dan sebagian dari Asia. Kunjungan ke Kampung Yobeh bukan yang pertama pada 2026. Sejak Juli hingga akhir Oktober, sudah empat kali kunjungan, dengan total wisatawan yang jika ditotalkan bisa mencapai angka seribuan.

“Kunjungan seperti ini sangat berdampak bagi usaha masyarakat lokal di kampung. Kami juga mengapresiasi dukungan kolaborasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Papua,” ujarnya.

Penggerak komunitas budaya Billy Tokoro, yang dikenal sebagai Pace Kreatif, mengatakan Kampung Yobeh bukan baru pertama kali menerima tamu mancanegara. Kesiapan masyarakat terjadi secara alami karena aktivitas dan usaha warga sudah berjalan sehari-hari. Dukungan dari luar, katanya, terutama berupa publikasi dan sosialisasi rutin tentang potensi Kampung Yobeh oleh komunitas fotografer, jurnalis, dan konten kreator.

“Selebihnya adalah upaya masyarakat sendiri,” ujarnya.

Billy menyebut wisatawan mancanegara terkesan dengan hal-hal baru yang mereka jumpai. Kuliner lokal seperti sagu bakar dan ulat sagu, serta pernak-pernik aksesori budaya seperti kalung, gelang batu, kapak batu, dan kerajinan tangan lain menjadi daya tarik.

Menurutnya, agenda pariwisata global dengan kapal pesiar akan terus berjalan. “Sangat disayangkan jika kita tidak memanfaatkan peluang seperti ini untuk menghadirkan para pelancong ke tempat di mana kita berada,” katanya.

“Sebagian besar turis membelanjakan uang mereka ke masyarakat yang menyediakan kuliner, kerajinan tangan, dan benda-benda budaya lainnya. Iya, dengan uang dolar,” ungkap Billy.

Warga Kampung Yobeh, Lusi Sokoy, mengaku senang dengan kunjungan itu. Dagangannya berupa sagu bakar habis terjual. Para turis, katanya, bergembira sekaligus penuh rasa ingin tahu ketika pertama kali mencicipi sagu bakar yang dilapisi kelapa parut serta pisang masak.

Hanny Felle, warga yang telah menyambut kedatangan turis mancanegara kali ketiga di Kampung Yobeh, mengatakan banyak wisatawan sudah lanjut usia, tetapi semangat dan keceriaan mereka terlihat saat berinteraksi dengan masyarakat lokal.

“Sagu bakar, sate ulat sagu, dan kuliner lainnya menjadi favorit mereka. Air kelapa muda serta hasil kerajinan tangan seperti noken dan aksesori budaya lainnya dibeli dalam jumlah banyak dengan uang dolar,” ujarnya.

Rombongan dijadwalkan berada di Kampung Yobeh sekitar pukul 14.30–16.30 WIT. Setelah itu, mereka kembali ke Pelabuhan Jayapura untuk melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lain.

(Engel Wally)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *