Berita Papua, Sentani — SMK Negeri 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani resmi meluncurkan sistem kartu digitalisasi absensi yang tidak hanya berfungsi untuk mencatat kehadiran siswa.
Kepala SMKN 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani, Abidik mengatakan sistem ini dirancang memiliki 5 fungsi utama yang terintegrasi langsung dengan orang tua dan wali kelas.
“Yang pertama itu untuk absensi kehadiran anak murid. Yang kedua terkait pengurusan administrasi, misalnya membuat surat aktif di sekolah,” ujarnya.
“Ketiga untuk pembayaran uang sekolah atau komite. Keempat terkait dengan pengambilan MBG,” lanjutnya.
Fungsi kelima Terhubung Langsung ke Orang Tua via telegram menjadi keunggulan dan sistem ini konektivitasnya langsung dengan orang tua siswa.
“Nanti pakai aplikasi Telegram. Orang tua bisa monitor bahwa anak ini ada di sekolah atau tidak. Dengan adanya kartu ini, langsung terkoneksi ke wali kelas dan ke orang tua,” jelasnya.
Dengan sistem ini, setiap kali siswa melakukan tap kartu saat masuk sekolah, data kehadiran akan langsung masuk ke aplikasi dan dapat dipantau oleh wali kelas maupun orang tua secara real time.
Pihak sekolah berharap kehadiran kartu digital ini dapat meningkatkan kedisiplinan siswa, mempermudah administrasi, serta memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua.
Peluncuran sistem absensi digital ini dijadwalkan berlangsung Kamis, 27 Agustus 2026 di SMKN 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikeleuw, S.Pd., mengapresiasi peluncuran sistem absensi digital di SMKN 1 Sentani.
Menurutnya, sistem ini menjadi yang paling lengkap dibanding sekolah lain karena satu kartu bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
“Untuk Absen Digital ini yang pertama di SMK Negeri 5 mereka sudah melakukan. Tetapi di SMK Negeri 1 Sentani hari ini mereka launching dan ini dia lengkap. Satu kartu bisa multifungsi,” ujar Amelia.
Amelia menegaskan, di era teknologi saat ini sekolah tidak bisa lagi menggunakan sistem manual. Setiap sekolah wajib mengikuti perubahan dan memiliki ciri khas agar menarik minat siswa.
“Ini dalam rangka peningkatan disiplin. Hari ini kita sudah zaman teknologi, kita tidak manual-manual lagi. Setiap sekolah harus mengikuti perubahan yang baik, praktek yang baik,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya branding bagi sekolah. “Arahan kami, setiap sekolah harus punya brandingnya harus ada, nilai jual. Ini untuk jadi daya tarik anak yang datang. Supaya dari SMP sudah tahu mau ke SMA atau SMK mana,” jelasnya.
Menurutnya, dengan memiliki keunggulan, sekolah bisa mengurangi penumpukan pendaftar di sekolah favorit dan meredam demo PPDB yang terjadi setiap tahun.
Amelia berharap SMKN 1 Sentani menjadi contoh bagaimana SMK bisa dilirik industri dan mencetak lulusan siap kerja.
“Apalagi SMK itu langsung dilirik oleh industri. Kita harus ciptakan supaya anak keluar punya keahlian. Waktu dia masih kelas 2 atau 3, industri sudah langsung ambil dia. Besok selesai langsung kerja,” ujarnya.
Ia juga menyoroti stigma lama terhadap SMK. “Jadi SMK bukan STM yang tawuran. Tapi ini kualitasnya dibuktikan hari ini. Ini nilai jualnya. Waktu orang tua bawa anak, dia tidak ragu dengan sekolah ini,” tegas Amelia.
“Kalau kita diam begini, kita tersingkir. Kita tidak dipakai di mana-mana. Mari kita kasih tunjuk bahwa SMK bisa. Ini sudah dibuktikan dengan kartu absensi digitalisasi,” pungkasnya.
Peluncuran absensi digital di SMKN 1 Sentani diharapkan menjadi praktek baik yang akan diikuti sekolah-sekolah lain di Kabupaten Jayapura maupun di semua jenjang pendidikan.
(Yan Mofu)











