Berita Papua, Sentani — Sebanyak 15 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami kram pada kaki dan tangan, kejang otot, kelelahan, hingga asam lambung naik saat mengikuti lomba gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Jayapura, Rabu (29/4/2026).
Seluruh peserta yang mengalami keluhan berhasil ditangani di lokasi finish tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIT hingga sekitar pukul 17.30–18.00 WIT itu diawaki tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PSC 119.
Kepala UPTD PSC 119, Hasele Hoko Sobo, yang diwakili oleh perawat Rahel Kakisina menjelaskan bahwa petugas medis dibagi menjadi dua tim dengan dua armada. Setiap armada dilengkapi tiga perawat, satu dokter, dan satu pengemudi.
“Kami sistemnya mobile dan ada pos penanganan di finish,” ujar Rahel kepada wartawan, Rabu malam.
Menurut Rahel, kasus kesehatan terbanyak justru terjadi pada peserta tingkat SMP, sementara peserta SD dan SMA relatif aman.
“Dari kegiatan ini, mulai dari grup SD, SMP sampai SMA, yang banyak terjadi itu adalah anak-anak SMP. Kalau SD mereka aman-aman saja,” ungkapnya.
Rahel menegaskan bahwa tidak ada kejadian atau keluhan kesehatan selama perjalanan lomba. Seluruh kasus muncul setelah peserta mencapai garis finish.
“Semua kejadian di tempat finish. Sepanjang perjalanan semua baik-baik saja,” katanya.
Dari total 15 siswa yang ditangani, semuanya berasal dari jenjang SMP. “SMA tidak ada,” tambah Rahel.
Tim medis memastikan seluruh peserta yang mengalami keluhan sudah pulih dan dapat pulang dengan aman. “Puji Tuhan semua bisa ditangani dengan baik dan tidak ada yang kami rujuk. Semuanya diatasi di tempat, di venue finish,” pungkas Rahel.
(Yan Mofu)











