Kabupaten Jayapura

Screening Massal Sepanjang 2025-2026, 71.000 Kasus Malaria, 1.800 TBC, dan 822 HIV di Kabupaten Jayapura

0
×

Screening Massal Sepanjang 2025-2026, 71.000 Kasus Malaria, 1.800 TBC, dan 822 HIV di Kabupaten Jayapura

Sebarkan artikel ini
Tampak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, M.Kes. didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu, S.K.M., M.Kes. saat memberikan keterangan pers.

Berita Papua ,Sentani — Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mencatat peningkatan tren 3 penyakit menular utama, yakni Tuberkulosis (TBC), malaria, dan HIV, sepanjang tahun 2025 hingga Maret 2026.

Kenaikan kasus dipicu oleh deteksi aktif dan penjaringan massal yang menjangkau hingga puskesmas pembantu (pustu) dan posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote menyatakan bahwa strategi penjaringan yang masif menjadi penyebab utama peningkatan angka kasus.

“Tiga penyakit, TBC, malaria, HIV, sementara trennya naik karena kita betul-betul melakukan screening, penjaringan yang cukup luar biasa. Mulai dari rumah sakit, puskesmas, sampai pada tingkatan pustu dan posyandu,” ujar dr. Anton di Sentani, Rabu (29/4/2026).

Ia mengibaratkan kenaikan kasus HIV seperti membongkar temuan yang selama ini tersembunyi. “Kita bongkar sehingga pasti tren akan naik. Ini upaya kita untuk segera temukan semua kasus yang ada untuk selanjutnya diobati,” jelasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Jayapura, Lilian Suebu merinci data akumulatif sepanjang tahun 2025 dan triwulan I 2026.

Sepanjang tahun 2025, tercatat 71.000 kasus positif malaria, 722 pasien HIV, dan 1.400 kasus TBC. Sementara hingga Maret 2026, sudah ditemukan 21.000 kasus malaria, 100 kasus baru HIV, dan 400 pasien baru TBC.

“Ini data akumulatif se-Kabupaten Jayapura, bukan Sentani saja,” tegas Lilian.

Kabupaten Jayapura memiliki 22 puskesmas layanan dan lebih dari 100 pustu yang melayani 139 kampung. Namun jumlah kader masih terbatas, yakni sekitar 300 orang untuk program malaria. Dinkes saat ini sedang memetakan kebutuhan riil kader untuk diusulkan pendanaannya ke kementerian.

Kepala Puskesmas Sentani, dr. H. Farid Yusuf mengungkapkan sejumlah kendala teknis di wilayahnya. Angka Annual Parasite Incidence (API) malaria tercatat lebih dari 100, jauh di atas target nasional sebesar 1.

Untuk diagnosis TBC, Puskesmas Sentani hanya memiliki satu alat Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan kapasitas 12 sampel per hari atau sekitar 3.600 sampel per tahun, sementara target mencapai 4.000 sampel. Puskesmas ini juga melayani rujukan sampel dari puskesmas lain.

Target pemeriksaan HIV tahunan di Puskesmas Sentani sebesar 8.000 orang. Capaian tahun 2025 baru 6.000 orang dengan 430 kasus positif. Pada tiga bulan pertama 2026, sudah ditemukan sekitar 80 kasus positif.

Dr. Farid mengapresiasi komitmen Wakil Menteri Kesehatan RI yang menjanjikan dukungan anggaran untuk percepatan program.

“Saya sangat mengapresiasi. Yang luar biasa adalah beliau langsung menjanjikan dukungan anggaran. Ini support untuk program yang kami harapkan bisa dipercepat,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga menyiapkan program perbaikan rumah bekerja sama dengan Kementerian Perumahan bagi pasien TBC tidak mampu, dengan skema serupa untuk pasien HIV dan malaria. Seluruh puskesmas dan pustu ditugaskan mendatangi rumah pasien untuk menilai kelayakan hunian.

(Yan Mofu)