Kabupaten Jayapura

Dirut Perusda Baniyau Siap Lepas Ketergantungan APBD, Fokus Bangun Pabrik Pakan Ternak Untuk Dongkrak PAD

0
×

Dirut Perusda Baniyau Siap Lepas Ketergantungan APBD, Fokus Bangun Pabrik Pakan Ternak Untuk Dongkrak PAD

Sebarkan artikel ini
Tampak Bupati Jayapura, Yunus Wonda foto bersama Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Baniyau Kabupaten Jayapura, Mulyono dan jajaran.

Berita Papua, Sentani — Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Baniyau Kabupaten Jayapura, Mulyono, mengambil langkah strategis dengan menghentikan ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ia memilih membangun pabrik pakan ternak sebagai upaya menyelamatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pesan Bupati jelas, kita tidak bisa terus berharap dari pemerintah daerah. Perusda harus bisa cari uang lewat bisnis. Dikasih modal kecil harus bisa jadi besar,” tegas Mulyono di Sentani, Jumat (24/4/2026).

Menurut Mulyono, Perusda selama ini belum berfungsi optimal sebagai ujung tombak PAD karena tata kelola yang belum maksimal.

Ia mengakui bahwa keberadaan Perusda hingga saat ini patut disyukuri, namun ke depan perlu pembenahan menyeluruh.

“Kita berterima kasih karena Perusda masih ada sampai sekarang. Tapi ke depan kita harus perbaiki tata kelola. Apa yang salah kita benahi, supaya tidak jadi beban ke depan,” ujarnya.

Mulyono menuntut soliditas penuh dari jajaran direksi. “Kalau ada satu saja yang tidak sejalan, tim ini belum solid. Jadi kita harus satu hati,” tegasnya.

Tanpa menunggu kucuran dana dari pemerintah daerah, Mulyono langsung membidik sektor riil, yakni pabrik pakan ternak. Alasannya, permintaan pakan di Papua tergolong tinggi sementara bahan baku melimpah. Selama ini pasokan pakan ternak di wilayah tersebut dikuasai oleh produk dari luar daerah.

Dengan memanfaatkan 60 persen jagung dan dedak dari petani lokal, Perusda Baniyau menilai harga pakan dapat ditekan.

“Kalau kita bangun pabrik pakan, kita ada di tengah-tengah. Petani punya pasar untuk jual hasilnya, peternak juga dapat pakan lebih murah. Ini win-win solution,” jelasnya.

Selain pakan ayam, Perusda juga menyiapkan produksi pakan babi yang memiliki pasar besar di Papua. “Semua itu jadi uang. Potensinya jelas,” tambahnya.

Untuk memperlancar langkah bisnis tersebut, Perusda akan mengubah status badan hukumnya menjadi Perseroan Terbatas (PT).

“Selama ini bentuknya membatasi gerak. Dengan menjadi PT, kita bisa lebih ekspansif,” kata Mulyono.

Bersamaan dengan itu, seluruh aset Perusda mulai dari perumahan, lahan, hingga papan reklame akan didata ulang. Aset perumahan eks aparatur sipil negara (ASN) akan dievaluasi potensi bisnisnya.

“Kita akan data dulu berapa unit yang masih bisa dikelola. Kalau butuh modal besar, kita bisa gandeng perbankan,” pungkasnya.

(Yan Mofu)