Berita Papua , Sentani — Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama jajaran Kepolisian Resor Jayapura mengambil sikap tegas menjelang puncak perayaan pawai obor pasca-Hari Raya, Sabtu (4/4/2026).
Bupati Jayapura, Yunus Wonda secara resmi memerintahkan Kapolres Jayapura untuk menertibkan segala bentuk konsumsi minuman keras (miras) selama kegiatan berlangsung.
“Hari ini, jelang puncak pasca pawai obor sebentar malam, kami minta Kapolres Jayapura untuk menertibkan. Tidak ada dalam kegiatan pasca mengkonsumsi alkohol,” tegas Bupati Yunus Wonda di Sentani.
Yunus Wonda mengingatkan bahwa esensi perayaan pasca-Hari Raya adalah untuk memeriahkan suasana kebersamaan, bukan untuk berpesta minuman keras.
“Bagaimana kita mau memeriahkan pasca, tetapi kelakuan masih seperti itu? Harus berhenti. Pasca itu bukan tempat kita duduk untuk minum atau siram-siram,” tegasnya.
Orang nomor 1 di Kabupaten Jayapura itu juga menyerukan kesadaran kolektif dan ajakan untuk bertobat dari kebiasaan lama yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Ia meminta aparat keamanan untuk tidak ragu bertindak.
“Mari kita ada kesadaran dan bertobat. Kapolres Jayapura harus tegas untuk mengamankan suasana kondusif di Kabupaten Jayapura. Begitu kedapatan, langsung kita pegang dan istirahatkan sementara. Siapapun dia, kita harus tegas. Supaya daerah ini kita ciptakan sebagai daerah yang aman dan nyaman untuk semua orang,” tambahnya.
Senada dengan Bupati, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan mengungkapkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat mengikuti arahan pemerintah. Bahkan, sebelum imbauan ini dikeluarkan, jajaran Polres Jayapura telah melakukan sejumlah tindakan preventif, termasuk pembongkaran pabrik-pabrik minuman oplosan (boplas).
“Kemarin ada arahan dari Bapak Bupati terkait menyambut bulan Hari Raya dan pasca ini. Anggota Polres Jayapura sudah melaksanakan petunjuk dari pemerintah bahwa keamanan ini kita utamakan,” ujar AKBP Dionisius.
Ia menjelaskan, penggerebekan terhadap pabrik boplas dilakukan setelah rangkaian kegiatan penanaman sagu, berdasarkan instruksi langsung Bupati Jayapura. Hasilnya, petugas menemukan jumlah yang sangat signifikan.
“Kita sudah lakukan salah satunya contoh pembongkaran pabrik-pabrik boplas. Dan ternyata ini banyak sekali. Sesuai petunjuk Bupati, minuman-minuman yang sangat berbahaya ini bisa membuat orang di luar kesadaran. Efeknya bisa sampai buta, kehilangan kesadaran, yang akalnya tidak masuk di akal,” paparnya.
Kapolres menegaskan bahwa minuman berbahaya jenis boplas di kawasan Jayapura sudah mulai ditertibkan secara massal.
“Setelah terlepas dari giat penanaman sagu, lewat petunjuk Bupati langsung kami grebek dan kami sudah ungkap. Minuman-minuman berbahaya itu sudah kami tertibkan,” pungkas AKBP Dionisius.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih bersiaga di sejumlah titik strategis untuk memastikan perayaan pawai obor berjalan tanpa gangguan miras.
(Yan Mofu)











