Berita Papua, Sentani — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra menyebut flayer Festival Danau Sentani (FDS) XV memiliki makna kebersamaan yang kuat.
Elisa menjelaskan, makna kebersamaan terlihat jelas dalam desain flayer. Di sisi kiri tampak Bupati Jayapura Yunus Wonda dan Wakil Bupati Haris Yocku mengenakan seragam resmi. Di sisi kanan, sekelompok masyarakat adat Sentani tampil dengan busana dan rias tradisional.
“Keduanya ditampilkan sejajar dalam satu frame. Artinya, pembangunan daerah tidak jalan sendiri. Pemimpin dan rakyat adat berjalan bareng, saling topang untuk sukseskan festival,” ujar Elisa, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, tagline “Budayaku adalah Hidupku” menegaskan bahwa yang ditampilkan bukan sekadar tarian.

“Tapi orang-orangnya: tersenyum, berinteraksi, saling merangkul. Kebersamaan di sini berarti hidup dari budaya yang sama, merayakan identitas bersama di atas perahu, di tepi Danau Sentani. Tanpa budaya, tidak ada ‘kita’,” bebernya.
Latar Danau Sentani dan Gunung Cycloop, kata Elisa, menyatukan semua unsur. Ada honai, ukiran ikan sentani, dan logo Pemkab Jayapura.
“Pesanannya: kebersamaan itu utuh kalau manusia, budaya, dan alam dijaga bersama. Festival ini jadi ruang temu semua unsur,” jelasnya.
Logo Pesona Indonesia, KEN, Pemprov Papua, dan lainnya di bagian atas flayer juga punya arti.
“Kebersamaan juga berarti gotong royong pusat-daerah, pemerintah-swasta-adat untuk angkat nama Sentani,” kata Elisa.
Menurut Elisa Yarusabra, flayer tersebut menunjukkan filosofi kesetaraan.
“Pemerintah dan rakyat adat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi untuk jaga budaya, alam, dan identitas Papua. Bukan siapa memimpin siapa, tapi semua bergerak bareng demi sukseskan hajat bersama di tanah Sentani,” imbuhnya.
“Itu yang bikin Festival Danau Sentani XV beda. Bukan sekadar pentas, melainkan pesta kebersamaan,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











