Kabupaten Jayapura

Ramses Wally Harap di Bulan Agustus Mendatang FDS Tonjolkan Budaya Lokal Pahami Generasi Muda

0
×

Ramses Wally Harap di Bulan Agustus Mendatang FDS Tonjolkan Budaya Lokal Pahami Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Tokoh masyarakat Kabupaten Jayapura, Ramses Wally.

Berita Papua, Sentani — Tokoh masyarakat Kabupaten Jayapura, Ramses Wally, menegaskan Menjelang Festival Danau Sentani (FDS) 3-5 Agustus Mendatang harus menjadi panggung untuk menunjukkan jati diri budaya asli Kabupaten Jayapura, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Dalam menghadapi Festival Danau Sentani pada Agustus 2026 ini, kita mau tunjukkan budaya dan adat istiadat dari satu daerah tertentu. Jadi mereka harus fokus tentang budaya dan adat istiadat di Kabupaten Jayapura. Mulai dari Tanah Merah, Genyem, Sentani. Itu yang harus ditonjolkan,” ujar Ramses, Kamis (30/4/2026).

Menurut Ramses, penonjolan budaya lokal penting agar generasi muda memahami akar mereka.

“Sehingga generasi muda ini bisa memahami dan mengerti bahwa, oh, pemilik kabupaten ini adalah suku-suku ini dan budaya mereka seperti ini,” katanya.

Ia menyebut, adat Sentani, Gresi, Kemtuk Gresi, Nimboran, hingga Tanah Merah pada umumnya sama, namun punya kekhasan masing-masing.

“Perbedaan-perbedaan sedikit itu harus menjadi satu perekat bahwa ini adalah budaya dari Kabupaten Jayapura,” tegasnya.

Ramses mengingatkan Papua bukan tanah kosong. “Papua ini 7 wilayah adat. Di dalam 7 wilayah adat itu sudah dibagi masing-masing suku, kurang lebih 250 lebih suku. Jadi wajar Papua bukan tanah kosong. Papua sudah dikapling-kapling dengan masing-masing suku, dengan budaya, dengan gaya. Orang pegunungan begini, pesisir begini, danau begini. Gaya-gaya itu yang mempersatukan kita semua sebagai ras Melanesia, tapi dengan kekhasan suku masing-masing,” paparnya.

Ramses meminta Dinas Pariwisata memastikan FDS berjalan continue setiap tahun. “Kegiatan seperti ini jangan tahun ini kita buat, 2 atau 3 tahun kemudian lagi berhenti. Tidak boleh. Karena budaya yang kita angkat di festival ini menceritakan tentang diri kita sendiri,” ujarnya.

Ia sangat berharap FDS tidak boleh keluar dari kalender event nasional. “Festival Danau Sentani sudah jadi agenda nasional jangan tergeser atau keluar dari kalender nasional. Jadi saya harap, festival kali ini harus diangkat lebih menonjol.

Menurut Ramses, konsistensi FDS penting untuk ekonomi daerah.

“Kalau dia sudah ada di kalender nasional, maka setiap tahun continue jangan sampai terhambat kegiatan Festival Danau Sentani,” jelasnya.

Bagi Ramses, FDS adalah ajang “tawar-menawar harga diri” untuk mempublikasikan Papua ke Indonesia dan dunia. “Ini bukan main-main. Kalau semua orang datang, dengan sendirinya APBD daerah meningkat, ekonomi masyarakat meningkat,” katanya.

Ia berharap FDS 2026 menjadi titik tolak keberlanjutan. “Saya harap 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, dan seterusnya, dia akan berlanjut. Festival Danau Sentani terus. Dan dunia tahu, Indonesia tahu, bahwa tanggal sekian agenda nasional dan internasional itu ada di Sentani,” ujarnya.

Ramses membayangkan dampak ekonominya: “Semua wisatawan dari dunia, dari negara mana pun datang ke Festival Danau Sentani. Mereka tidur, makan di Sentani, dan kasih habis uangnya dulu baru pulang ke negaranya. Ini harus kita pikirkan bagaimana menjadi fisIkal, APBD bertambah di festival ini.”

“Ini satu event go lokal, nasional, bahkan sampe ke dunia internasional. Dan masyarakat mulai memahami bahwa setiap tahun tanggal sekian ada Festival Danau Sentani. Jadi apa yang dia harus siapkan. Itu yang saya harapkan,” pungkas Ramses.

(Yan Mofu)