Kabupaten Jayapura

ASEAN Akademi Tunjuk Jayapura Sebagai Training Center Penerbangan Indonesia Timur

0
×

ASEAN Akademi Tunjuk Jayapura Sebagai Training Center Penerbangan Indonesia Timur

Sebarkan artikel ini
Tampak Direktur Utama Lembaga Pendidikan Aviasi (LPA), Yusuf Samloy didampingi Sekretaris Disnaker Jayapura, Edward Hasudungan Manik Sihotang serta Kaprodi Penerbangan Paul David Kabes, Wadirut Evi Apaseray dan para peserta melakukan foto bersama di Aula Penerbangan SMK 5 Waibu Kabupaten Jayapura.

Berita Papua, Jayapura — Lembaga Pendidikan Aviasi (LPA) Akademi Penerbangan dan Pariwisata Pulau Kesariwetawa International School di Jayapura resmi ditunjuk sebagai perwakilan ASEAN Akademi untuk wilayah Indonesia Timur.

Penunjukan ini merupakan hasil kerja sama dengan lembaga penerbangan dari Filipina dan Jepang.

“Ini digagas bersama ASEAN Akademi dari Filipina dan Jepang. Lembaga kami dipercaya menjadi perwakilan Indonesia bagian timur,” kata Direktur Utama LPA, Yusuf Samloy di Jayapura, Sabtu (2/5/2026).

Yusuf menjelaskan, pusat pelatihan (training center) akan dipusatkan di Kabupaten Jayapura. Pihaknya akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan fasilitas penunjang seperti bengkel pesawat dan tempat pelatihan.

“Untuk menindaklanjuti permintaan ASEAN Akademi, kami akan menghadap Bupati Jayapura dan Gubernur Papua,” ujarnya.

Kehadiran ASEAN Akademi di Indonesia Timur, menurut Yusuf, bertujuan menekan biaya pelatihan. Selama ini, siswa harus ke luar negeri dengan biaya cukup mahal. “Dengan adanya perwakilan di sini, biaya bisa lebih terjangkau,” jelasnya.

LPA mencatat sebanyak 24 siswa telah mendaftar pada gelombang pertama. Gelombang kedua dijadwalkan dibuka pada Juni atau Juli 2026.

“Kami sedang proses 24 siswa ini, termasuk pembuatan kartu kuning agar terdaftar di Dinas Tenaga Kerja. Jadi lembaga kami juga dipantau Disnaker. Saling berkolaborasi,” kata Yusuf.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya tengah menyelesaikan studi S3 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan baru merampungkan materi terakhir untuk gelar MBA.

Ketua Prodi Penerbangan LPA, Paul David Kabes menyatakan bahwa LPA adalah sekolah penerbangan pertama di Papua. Lembaga ini hadir untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) Papua yang produktif di dunia aviasi.

“Ini pertama kali ada lembaga aviasi di Papua. Sekolah ini untuk mencetak anak-anak Papua yang produktif,” ucap Paul.

LPA membuka tiga jurusan, yakni pilot, manajemen penerbangan, serta pramugari dan pramugara. Pendaftar terbanyak saat ini ada di jurusan pilot. “Harapannya sekolah ini makin dikenal luas masyarakat Papua,” ujarnya.

Wakil Direktur LPA, Evi Apaseray mengajak seluruh peserta didik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar ilmu yang didapatkan menjadi berkat.

“Dan segala sesuatu yang baik ketika kita dengar, kita serap, lalu kita responsi, itu akan menjadi berkat. Kuncinya dekat kepada Tuhan,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk menyimak arahan dari pimpinan lembaga dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta mengimbanginya dengan ibadah.

(Yan Mofu)