Kabupaten Jayapura

Jayapura Jadi Contoh Program MBG, BGN Dorong Menu Berbasis Kearifan Lokal Untuk Dapur Terpencil

0
×

Jayapura Jadi Contoh Program MBG, BGN Dorong Menu Berbasis Kearifan Lokal Untuk Dapur Terpencil

Sebarkan artikel ini
Tampak sosialisasi modul MBG di lantai II kantor Bupati Jayapura.

Berita Papua, Jayapura — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura dinilai berhasil dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Badan Gizi Nasional (BGN) bahkan menjadikan daerah ini sebagai bahan promosi setelah mendapat apresiasi dari UNICEF hingga Tiongkok.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Dr. Gunalan mengatakan, inovasi Jayapura dalam pelaksanaan MBG mendapat 6 testimoni positif. Salah satunya adalah meningkatnya minat siswa untuk datang ke sekolah.

“Anak-anak tertarik ke sekolah karena mendapatkan menu MBG. Enam testimoni dari Jayapura kami sebarluaskan ke seluruh Indonesia agar menjadi penyemangat daerah lain,” ujarnya saat sosialisasi modul MBG di kantor Bupati Jayapura, Kamis (21/5/2026).

Untuk memperkuat program, BGN menggelar sosialisasi 23 modul edukasi dan promosi MBG. Modul ini disiapkan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) agar bisa menjadi agen edukasi di masyarakat.

“Adik-adik SPPI, baik kepala SPPG, ahli gizi, maupun ahli akuntansi, bisa menjadi agen edukasi. Mereka pelajari modulnya, lalu sampaikan ke masyarakat luas,” katanya.

Variasi Menu Masih Minim, BGN Dorong Kreativitas Ahli Gizi. Saat ini 24 dapur MBG sudah beroperasi di Jayapura dan berjalan baik. Namun BGN mencatat variasi menu masih terbatas, hanya 5-7 jenis.

“Kami dorong ahli gizi untuk membuat variasi menu lebih banyak. Di Jawa sudah mencapai 20-30 menu yang dirolling setiap hari sehingga anak tidak bosan,” jelasnya.

Siapkan Menu Kearifan Lokal untuk 31 Dapur Terpencil Bupati Jayapura mengusulkan agar 31 dapur terpencil yang akan dibangun menggunakan menu berbasis bahan lokal. Usulan ini muncul karena akses bahan baku di daerah terpencil sering terkendala kondisi alam.

“Kalau menunggu bahan baku datang tapi tidak bisa karena kondisi alam, maka dapur bisa tutup. Daripada tutup, kita ciptakan menu berbasis bahan baku lokal,” kata perwakilan BGN.

Usulan tersebut akan dibawa ke Jakarta. BGN juga berencana menggandeng Universitas Cenderawasih melalui program MBG Goes to Campus untuk mengembangkan menu yang sesuai dengan bahan lokal dan selera anak-anak di daerah terpencil.

Target 61 Dapur, Pemkab Siapkan 110 SPPIHingga kini Papua memiliki 86 dapur MBG yang terbangun, dengan data portal lebih dari 100 unit. Wilayah 3T di Papua menjadi yang terbanyak karena medan sulit. Setiap dapur 3T melayani 300-400 penerima manfaat.

Di Kabupaten Jayapura, 24 SPPG sudah beroperasi. Pemkab menargetkan 31 SPPG reguler dan 30 SPPG terpencil terwujud pada 2026. Untuk mendukung itu, 110 SPPI telah direkrut sebagai tenaga gizi, akuntansi, dan pengawas.

Bupati Jayapura menyatakan dukungan penuh melalui penyediaan lokasi, sarana prasarana, serta koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan pertanian, perkebunan, dan pencetakan sawah lokal agar bahan baku MBG tidak lagi didatangkan dari luar.

“Manfaatkan potensi daerah dengan kearifan lokal di lokasi SPPG agar memiliki ciri khas. Dengan begitu ekonomi masyarakat meningkat dan Pendapatan Asli Daerah ikut terdongkrak,” ujarnya.

BGN menegaskan masyarakat dapat melaporkan penyimpangan program melalui portal resmi. Penindakan akan dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum, seperti yang telah dilakukan di Jawa Barat.

(Yan Mofu)