Kabupaten Jayapura

Menyeberang Laut dan Begadang Demi Nyawa: HUT ke-75 IBI Jayapura Soroti Rentannya Bidan Pelosok, Pemkab Janji Perkuat Kesehatan

0
×

Menyeberang Laut dan Begadang Demi Nyawa: HUT ke-75 IBI Jayapura Soroti Rentannya Bidan Pelosok, Pemkab Janji Perkuat Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Tampak Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku dikelilingi pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Jayapura dalam perayaan HUT ke-75.

Berita Papua, Sentani — Tepuk tangan meriah memenuhi Ruang 6 Lantai 3 Hotel Horex Sentani, Kamis (26/6/2026), dalam perayaan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Jayapura. Namun di balik kemeriahan kue ulang tahun dan doa bersama, terselip kisah pilu yang masih menghantui para bidan garda terdepan: bertaruh nyawa di tengah arus sungai, begadang tanpa kepastian, hingga menghadapi amukan keluarga pasien yang gagal ditolong.

Mewakili Bupati Jayapura Yunus Wonda, Wakil Bupati Haris Richard Yocku (HRY) hadir untuk menegaskan komitmen baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura. Dalam lima tahun ke depan, pendidikan dan kesehatan akan dijadikan “ujung tombak” utama pembangunan daerah.

“Bukan berarti sektor lain tidak penting, semua tetap fokus. Tetapi bagaimana caranya kami mengamankan pendidikan dan kesehatan, karena mereka pelopor atau ujung tombak kabupaten ini,” tegas Wabup HRY di hadapan 322 bidan yang tersebar di 22 Puskesmas dan 7 klinik se-Kabupaten Jayapura.

Ia pun menyindir analogi usia dengan penuh semangat. “Usia 75 tahun kalau untuk seorang manusia itu sudah tua, sudah jalan dengan tongkat. Tetapi kalau organisasi justru semakin kuat karena sudah berjalan lama. Saya percaya IBI dan semua bidan, baik di kota maupun pelosok, sudah melakukan tugas dengan baik,” ujarnya.

Berbeda dengan sambutan seremonial Wabup, suasana berubah sendu saat Ketua IBI Kabupaten Jayapura, Yanes Ohe, SST., MKM., mengambil mikrofon. Ia membuka luka yang selama ini tertutup rapi oleh seragam putih para bidan.

“Bupati sudah membantu kami, menopang kami. Harapan saya kepada pemerintah, tolong memperhatikan bidan kami. Keselamatan bidan tidak ada yang menjamin saat mereka di lapangan di 22 Puskesmas. Kami butuh perlindungan,” ujar Yanes dengan suara bergetar.

Tantangan itu nyata dan membahayakan jiwa. Yanes memaparkan, bidan di wilayah terpencil seperti Airu, Yokari, dan Rafelirara harus menyeberangi arus deras Sungai Mamberamo atau menyusuri laut untuk menjangkau ibu hamil. Saat darurat melahirkan terjadi di tengah malam, para bidan hanya bisa mengandalkan sambungan telepon.

“Kalau ada pasien ibu melahirkan, mereka telpon saya: ‘Bu, harus lakukan apa?’ Kalau bisa tolong, kita tolong. Kalau tidak bisa, kami kirim. Sepanjang perjalanan pasien belum sampai rumah sakit, saya belum tidur. Itu tantangan kami,” ungkap Yanes menggambarkan beban mental yang tak terlihat.

Bukan hanya alam yang menjadi musuh. Yanes juga menyoroti risiko sosial yang dihadapi anggotanya. Ia menceritakan sebuah kasus tragis di mana seorang ibu meninggal dunia meski sudah mendapat pertolongan maksimal. Alih-alih mendapat simpati, para bidan justru menghadapi ancaman dari keluarga pasien yang menganggap kematian tersebut sebagai sebuah kerugian.

“Kami sudah menolong menyelamatkan ibu. Tapi dari masyarakat merasa itu kerugian. Puji Tuhan sudah bicara dan diterima keluarga,” kenangnya, menghela napas lega karena kasus itu tidak berlanjut pada amukan massa.

Di tengah meningkatnya angka ibu hamil dan pernikahan dini di wilayah tersebut, jumlah 322 bidan dinilai tidak lagi memadai. Yanes mendesak Pemkab Jayapura untuk segera membuka rekrutmen besar-besaran tenaga bidan baru.

“Kami masih butuh bidan banyak sekali. Kami berharap daerah-daerah jauh sudah terisi bidan sehingga semua ibu dan anak bisa kami tolong,” pintanya.

Wabup Haris Richard Yocku kembali menegaskan komitmennya bersama Bupati Yunus Wonda untuk menjawab keluhan tersebut. Ia berjanji akan mengalokasikan perhatian khusus pada kesejahteraan dan perlindungan tenaga medis di pelosok.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayapura, Yunus Wonda bersama saya Wakil Bupati Haris Yocku, mengucapkan Dirgahayu IBI ke-75. Kiranya Tuhan menolong kita semua,” imbuhnya.

Ketua IBI yang kini menjabat periode kedua itu berharap agar regenerasi kepemimpinan di IBI kedepannya mampu melahirkan sosok yang lebih tangguh membawa para bidan melayani sebagai garda terdepan.

“Harapannya harus ada ketua IBI Kabupaten Jayapura yang sanggup membawa para bidan melayani dan menjadi garda terdepan,” pungkasnya.

(Yan Mofu)